PRUDENTIAL

Bapak / Ibu Yth : izinkan kami menawarkan kesempatan yang sangat menjanjikan, yakni MENABUNG sekaligus ber INVESTASI dengan JAMINAN bersama kami dibawah bendera dan pelayanan terbaik dari PRUDENTIAL L. A...cp YULMEDIA SH. 081317035749

Senin, 12 April 2010

Membangun perdamaian yang berakar pada prinsip universal

Jakarta - Yayasan Global Peace Festival (GPFF) dan the Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), menyelenggarakan Global Peace Leadership Conference (GPLC) di Jakarta, 10/4 2010, dengan tema: "Membangun Perdamaian untuk Abad 21/ Peace Building for the 21st Century: Interfaith, Family and Service”.

Prof. Dr. Siti Musdah Mulia selaku Organising Chairperson konferensi, mengatakan bahwa Konference berfokus pada kebutuhan mendesak untuk visi inovatif dan kepemimpinan kolaboratif untuk pembangunan perdamaian berakar pada prinsip-prinsip universal dan nilai-nilai bersama.

“GPLC, merupakan gerakan global pembangun perdamaian, berkomitmen bekerja dalam kemitraan berdasarkan prinsip yang sama, nilai, yang berkontribusi pada rekonsiliasi, saling menghormati, dan harmoni,” katanya saat menyampaikan pidato pembukaan.

Sementara itu, Chairman of Global Peace Festival Foundation (GPFF), Dr Hyun Jin Moon dalam sambutanya menyampaikan, sejak didirikan, GPFF senantiasa mempromosikan, mensosialisasikan serta mengimplementasikan program-program yang membawa orang bersama-sama di luar ras, agama, kewarganegaraan dan budaya sebagai satu keluarga.

“GPFF bekerja menuju dunia damai dengan memfasilitasi kerjasama antar budaya dan antaragama, keluarga, dan mendorong budaya pelayanan dan perdamaian.”
Acara yang berlangsung satu hari ini, di hadiri lebih dari 150 pemimpin dari berbagai sektor, seperti pejabat pemerintah, akademisi, pengusaha, tokoh masyarakat sipil dan organisasi berbasis agama dari Indonesia dan Asia Tenggara. yul

Kamis, 08 April 2010


Bisnis dengan landasan iman agama yang kuat.

Jakarta – Memelihara hubungan yang baik dengan para pemangku kepen tingan, misalnya antara CEO dan manajemen, karyawan, pemasok, distributor, media, dan lembaga pemerintah, adalah sesuatu yang lazim, disamping sebagai salah satu kunci meraih kesuksesan.
“Hubungan kerja apalagi dalam dunia bisnis harus ditopang oleh sikap jujur dan disiplin.” Ujar Ibu Martha Tilaar Pendiri Yayasan Martha Tilaar, saat berbicara sebagai penelis di Jakarta, Kamis (8/4).

Perempuan kelahiran kebumen, Jawa tengah ini mengaku, bahwa sikap jujur dan disiplin itu ia peroleh dari landasan iman agama yang kuat. “Dengan landasan iman agama yang kuat kami membina karyawan sehingga menciptakan kestabilan tenaga kerja yang bermotivasi” akunya.

Kemahiran manajemen membina karyawan yang dimiliki istri pendidik Prof. Dr. H.A.R Tilaar ini telah menghasilkan secara berkala produk-produk inovatif mengembangkan brand yang kuat yang digemari di pasar, sekaligus melayani segmentasi pasar yang dapat diandalkan.

Ibu dari empat orang anak, nenek dari beberapa orang cucu, dan jebolan dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS. ini adalah sosok wanita yang tidak pantang menyerah. Ketika orang lain mengatakan tidak mungkin, Ia tetap mencobanya. “Jangan melihat besarnya hambatan di depan kita, namun yang penting adalah bagaimana upaya kita untuk memecahkanya,” ujarnya mantap. yul