Selasa, 31 Juli 2012
GDPARMA.
Mendengar wafatnya penyanyi legendaris Whitney Houston disebabkan oleh narkoba, lagi-lagi dunia dirundung kesedihan - terutama setelah sejumlah selebritis kaya seperti Michael Jackson dan Bob Marley meninggal dengan cara serupa - demikian rumitkah kehidupan orang kaya? Sekaligus menjadi bahan kontemplasi bagi manusia yang setiap hari berlomba menumpuk materi. Setelah menumpuk demikian banyak, ternyata materi tidak memberikan solusi terhadap semua masalah. Dalam kehidupan sejumlah selebritis dunia, kekayaan materi bahkan menciptakan rasa sakit yang tidak tertangani. Serupa gunung es, kehidupan selebritis dunia mirip puncak gunung es. Jika puncaknya sakit, di bawahnya mungkin juga sakit. Ini mungkin yang ada di balik meningkat pesatnya angka bunuh diri di mana-mana. Padahal, sebuah buku suci pernah berpesan: “manusia yang wafat bunuh diri langsung terlahir di alam setan”.
Rasa sakit seperti ini tidak saja menjadi monopoli selebritis, ia merambah ke mana-mana dari politisi sampai pengusaha, dari anak muda hingga orang tua, dari orang desa hingga warga kota. Digabung menjadi satu, manusia seperti diingatkan berulang-ulang melalui cara kematian selebritis dunia seperti Whitney Houston, Michael Jackson dan Bob Marley tidak ada yang salah dengan mencari uang, tapi diperkuda berlebihan oleh uang membuat kehidupan jatuh ke jurang berbahaya tidak saja di hidup ini juga setelah kematian.
Mendengar wafatnya penyanyi legendaris Whitney Houston disebabkan oleh narkoba, lagi-lagi dunia dirundung kesedihan - terutama setelah sejumlah selebritis kaya seperti Michael Jackson dan Bob Marley meninggal dengan cara serupa - demikian rumitkah kehidupan orang kaya? Sekaligus menjadi bahan kontemplasi bagi manusia yang setiap hari berlomba menumpuk materi. Setelah menumpuk demikian banyak, ternyata materi tidak memberikan solusi terhadap semua masalah. Dalam kehidupan sejumlah selebritis dunia, kekayaan materi bahkan menciptakan rasa sakit yang tidak tertangani. Serupa gunung es, kehidupan selebritis dunia mirip puncak gunung es. Jika puncaknya sakit, di bawahnya mungkin juga sakit. Ini mungkin yang ada di balik meningkat pesatnya angka bunuh diri di mana-mana. Padahal, sebuah buku suci pernah berpesan: “manusia yang wafat bunuh diri langsung terlahir di alam setan”.
Rasa sakit seperti ini tidak saja menjadi monopoli selebritis, ia merambah ke mana-mana dari politisi sampai pengusaha, dari anak muda hingga orang tua, dari orang desa hingga warga kota. Digabung menjadi satu, manusia seperti diingatkan berulang-ulang melalui cara kematian selebritis dunia seperti Whitney Houston, Michael Jackson dan Bob Marley tidak ada yang salah dengan mencari uang, tapi diperkuda berlebihan oleh uang membuat kehidupan jatuh ke jurang berbahaya tidak saja di hidup ini juga setelah kematian.
Langganan:
Postingan (Atom)