PRUDENTIAL

Bapak / Ibu Yth : izinkan kami menawarkan kesempatan yang sangat menjanjikan, yakni MENABUNG sekaligus ber INVESTASI dengan JAMINAN bersama kami dibawah bendera dan pelayanan terbaik dari PRUDENTIAL L. A...cp YULMEDIA SH. 081317035749

Minggu, 27 Desember 2009


Tidak ada perintah penarikan buku

Jakarta - Ramadhan Pohan, anggota Komisi I Bidang Komunikasi dari Fraksi Demokrat , mengaku secara pribadi tidak setuju jika ada kebijakan penarikan buku ‘Membongkar Gurita Cikeas’ karangan George Junus Aditjondro, dari pasaran.

Hal itu disampaikan mantan wartawan group Jawa Post tersebut di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (28/12).

Pohan menambahkan, Partai Demokrat tidak pernah mengeluarkan instruksi untuk menarik buku karangan George Junus Aditjondro. “Bahkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga tidak pernah memerintahkan untuk menarik buku dari peredaran. " tegas Pohan.

Sebelumnya sebagaimana dilansir oleh beberapa media cetak, pengamat politik Yudi Latif mengatakan, penarikan dan penyensoran terhadap suatu karya intelektual, seperti buku, adalah ciri yang melekat pada rezim otoritarian dan tirani. Penarikan buku juga menjadi salah satu indikator penting yang membedakan antara negara demokratis dan negara otoritarian.

Di Indonesia, lanjutnya, penarikan buku dapat memberikan preseden buruk. Pasalnya, salah satu prestasi yang masih bisa dibanggakan dari Era Reformasi yang telah memasuki usia ke-11 adalah kebebasan berekspresi.

Terkait buku Membongkar Gurita Cikeas, Yudi meminta agar tidak ada penarikan ataupun penyensoran. "Kalau tidak setuju, tinggal kemukakan apa yang salah. Kemudian, biar publik yang akan menilai apakah buku itu memang sampah atau mengandung kadar kebenaran," katanya.

Seperti diberitakan, buku Membongkar Gurita Cikeas ini menceritakan ada empat yayasan, yaitu Yayasan Puri Cikeas, Yayasan Kepedulian dan Kesetiakawanan, Yayasan Madjelis Dzikir SBY Nurussalam, dan Yayasan Mutumanikam Nusantara, yang digunakan sebagai pencari dukungan politik dan dana saat kampanye pemilihan presiden yang lalu.yul

Kamis, 24 Desember 2009


Bangsa Kita Butuh Kearifan, dan Keteladanan

Jakarta - Persoalan ekonomi, krisis hukum, krisis politik yang melanda bangsa Indonesia dewasa ini memerlukan penanganan yang arif dan komprehensif agar di lapangan nantinya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Hal itu di ungkapkan Letkol Wahidup, Kepala Dinas Provos (Kadisprov) TNI AL, di Makoarmabar, Gunungsahari Jakarta, Kamis (24/12).

“Kondisi berbagai krisis yang berkepanjangan ini, membutuhkan kearifan, jika tidak ini bisa mengakibatkan terjadinya gesekan-gesekan sosial yang cukup serius,” kata mantan angota DPRD dari Fraksi ABRI, Kabupaten Tegal dan Slawi, 1999-2002, tersebut.

Letkol Wahidup yang sebentar lagi akan menduduki pos barunya sebagai Dandema di Lantamal II itu menambahkan, kita harus menyadari sepenuh hati sampai seberapa jauh usaha kita untuk melakukan pembenahan secara maksimal dalam memberikan kontribusi terhadap segala sesuatu yang bertujuan untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa.

Dalam sejarah, Perwira Menengah yang dikenal pandai menempatkan diri saat bergaul ditengah-tengah masarakat ini menambahkan, perkembangan bangsa-bangsa di dunia, telah membuktikan bahwa nilai moral memiliki essensi yang mendasar dalam mengemudikan tingkah laku bangsa dan para warganya.”

Yang perlu ditonjolkan, katanya, meletakkan moral diatas segala-galanya, keteladanan dari para pemimpin bangsa, sehingga rakyat akan meniru bagaimana sikap dan perilaku para pemimpinnya tersebut.

Ia mengutip hadist Nabi Muhammad SAW , “Manusia atau bangsa (rakyat) akan sangat tergantung bagaimana sikap, perilaku, dan agama serta visi para pemimpinnya (Annasuala dini mulukihim),” ujarnya mengakhiri.yul

Rabu, 23 Desember 2009


HIJRAH DARI KEGELAPAN MENUJU HIDAYAH

Menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharam, sebagian masyarakat menggantinya dengan Perayaan Tahun Baru Jawa 1 Suro, yang dilengkapi berbagai upacara. Keraton yang menjadi pedoman rakyat Jawa, pada malam 1 Suro menggelar acara Kirab Kyai Slamet. Kyai Slamet adalah kerbau bule peliharaan keraton yang amat dikeramatkan. Kerbau putih ini jumlahnya mencapai puluhan ekor, dan pada malam 1 Suro dikirab (dikelilingkan) kota Solo. Untuk membahas perayaan tahun baru Hijriayah dan Klenik, Yulmedia berhasil mewawancarai Maulana Sulaiman Tokoh Islam dari Pulau Bali, saat sebelum kebarangkatannya meninggalkan tanah air menuju Eropa dan Amerika. Inilah petikanya:

Boleh Shekh jelaskan sekilas tentang hijrah?

Rasulullah saw. bersabda: “Amal-amal itu hanya diterima dengan niat, dan setiap orang hanyalah akan diterima sesuai niatnya, siapa yang hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan memperoleh Allah dan Rasul-Nya, dan siapa saja yang hijrahnya untuk mencari dunia yang akan diperolehnya atau wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya akan memperoleh apa yang dia niatkan dalam berhijrah” (HR. Bukhari).
Substansi hijrah Rasulullah saw. dan kaum muslimin dari Mekkah menuju Madinah, menurut definisi para fuqaha (lihat A Majmu’ juz 19/24) adalah keluar dari darul kufur (negeri yang diterapkan system kufur) atau juga disebut darul harb (negeri yang secara militer dikuasai musuh) menuju darul Islam (negeri yang diterapkan system Islam) atau juga disebut daarus salam (negeri damai, yakni negeri yang secara militer dikuasai kaum muslimin).

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari peristiwa hijrahnya Nabi dahulu?

Mekkah pada waktu itu dikuasai oleh para pembesar Quraisy yang menolak kalimat tauhid Lailaahaillallah Muhammadur Rasulullah sebagai dasar bagi negara mereka. Para pembesar kota Madinah dalam baiat Aqabah justru siap menerima pemerintahan Rasulullah saw. yang dibangun di atas aqidah tauhid tersebut!. Dan mereka meminta Rasulullah saw. untuk hijrah ke kota Madinah agar secara riil memimpin dan memerintah mereka dengan menjalankan syariat Allah SWT.

Bagaimana memaknai hijrah dalam konteks kekinian?

Refleksi hijrah Rasulullah saw. dan kaum muslimin pada waktu itu bagi kita hari ini adalah perpindahan dari kegelapan menuju terang benderang, meninggalkan kemungkaran yang sudah dialami umat ini di negeri ini sejak zaman pemerintahan colonial Belanda selama 350 tahun hingga alam kemerdekaan selama 65 tahun ini, diganti dengan jalan yang menuju taat kepada Dia Maha Pemegang Segala Kerajaan.

Ada seruan berhijrah dari kehidupan sekuler menuju system Islam yang luas yang diridoi Allah SWT? Apa pendapat Shekh?

Kehidupan sekuler menjanjikan kehinaan kehidupan di dunia (QS. Al Baqarah 85). Juga penghidupan dunia yang penuh dengan kesengsaraan (QS. Thaha 124). Kehidupan umat sejak zaman kolonial hingga hari ini di bawah kungkungan system sekuler memang sangat menyedihkan. Dalam system pemerintahan, umat Islam yang seharusnya merupakan pemilik kekuasaan (shaahibus sulthan) berdasarkan prinsip kekuasaan di tangan umat (as sulthaan lil ummah) ternyata sebaliknya. Di masa penjajahan, kekuasaan itu dirampas dengan kekuatan senjata dan tipu muslihat sikolonial.

Menjelang peringatan Tahun Baru Hijriah 1400, dan tepat Abad ke-XV bersamaan dengan 1980, umat Islam di seluruh dunia meyakini akan datang era Kebangkitan, penilaian Shekh bagaimana?

Umat Islam memperingati Abad Kebangkitan Islam dengan semangat yang berlebihan. Bahkan menyongsong keyakinan ini dengan amat antusias, seolah-olah kebangkitan itu segera tiba, menguasai dunia dengan tatanan kehidupan Islam. Tapi ternyata peringatan Abad Kebangkitan Islam itu tinggal peringatan belaka. Kebangkitan dan Kejayaan Islam yang ditunggu-tunggu, dan diperingati setiap tahun itu ternyata menguap begitu saja.

Apa yang mesti kita lalukan?

Memasuki 1 Muharam 1431 Hijriah ini, saatnya kita melakukan introspeksi diri. Mengapa Kebangkitan Islam yang diyakini itu tidak kunjung datang. Sebaliknya berbagai bencana, malapetaka dan adzab justru menghampiri umat Islam. Sudah saatnya umat Islam menemukan sebab kehancuran dirinya. Dan penyakit akut yang diderita umat Islam tak lain kemusyrikan, klenik dan kebodohan yang terus-menerus ditekuni. Bukan saja rakyat dan umat saja yang menekuni kemusyrikan. para pemimpin pun justru berperilaku musyrik, dan ini yang amat memprihatinkan sekali.

Senin, 14 Desember 2009


DPR Dukung Kemerdekaan Palestina
”Indonesia selalu mendukung perjuangan rakyat Palestina," ujar Wakil Ketua DPR.

Senin, 14 Desember 2009,
Arfi Bambani Amri

VIVAnews - Indonesia mendukung penuh perjuangan Palestina yang berusaha lepas dari penjajahan Israel. Hal itu diungkap Ketua DPR Marzuki Alie dan Wakil Ketua Marwoto Mitrohardjono saat menerima delegasi parlemen Palestina di ruang tamu Ketua DPR, Senin 14 Desember 2009.

Marzukie juga mengungkapkan keprihatinan atas yang dialami rakyat Palestina. Menurutnya, untuk dapat terlepas dari penjajahan Israel maka seluruh elemen yang ada di Palestina harus bersatu.

Dalam pertemuan itu, Ketua DPR menyampaikan penyesalannya atas terpecahnya kelompok perjuangan Palestina dalam menghadapi Israel. Marzuki juga berharap negara-negara arab lainnya dapat memberi dukungan nyata terhadap perjuangan Palestina.

Lebih jauh, Ketua DPR menjelaskan bahwa dalam sidang Parlemen Asia yang baru berakhir minggu lalu, persoalan penyelesaian sengketa Israel-Palestina menjadi salah satu poin penting pembahasan. ”Ini sudah disampaikan dalam forum parlemen di Bandung,” ujar Marzuki.

Hal senada diungkap Marwoto Mitrohardjono yang menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten memperjuangkan kemerdekaan penuh bagi Palestina. ”Indonesia selalu mendukung perjuangan rakyat Palestina. Bahkan kami mendukung kalau Israel diajukan ke Mahkamah Internasional,” katanya di laman DPR.

Anggota BKSAP yang juga duduk di Komisi I DPR Nurhayati Assegaf (F-PD) dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa dukungan Indonesia untuk Palestina tidak hanya secara lisan. Dalam Deklarasi Bandung Sidang Parlemen Asia, persoalan Palestina menjadi salah satu pembahasan.

”Ada satu poin khusus bahwa Palestina harus merdeka,” katanya saat ikut mendampingi Pimpinan Dewan menerima delegasi.

Sementara itu anggota Parlemen Palestina menyatakan bahwa sikap Indonesia terhadap persoalan tersebut sangat membanggakan. ”Sikap Indonesia sangat membanggakan dalam membela Palestina,” ujar anggota parlemen Palestina.

Dalam pertemuan itu, delegasi Palestina juga menjelaskan situasi terakhir di negaranya. Menurutnya, saat ini di sekitar Masjidil Aqsa telah dibuat terowongan dalam jumlah banyak yang dilakukan pihak Israel. Juga sampai sekarang masih ada 15 orang anggota parlemen Palestina yang ditahan pihak Israel.

Lebih jauh, delegasi berharap Indonesia dapat lebih berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

• VIVAnews

Jumat, 11 Desember 2009


Will Angove : Pasar otomotif Indonesia sangat menjanjikan

Jakarta – Ford Motor Indonesia pada tahun 2010, ingin menorehkan kembali cerita kesuksesan Ford Fiesta secara global, dan menegaskan kepemimpinan Ford sebagai produsen dan designer mobil kecil,” ujar Will Angove, Presiden Direktur Ford Motor Indonesia, di Jakarta, Jumat, (11/12).

Menyinggung target dan ketatnya persaingan pasar otomotif di Indonesia, Will meyakinkan, “Bagi kami pasar Indonesia sangat menjanjikan, masyarakat Indonesia adalah konsumen yang stylish dan konsumen lainnya akan menghargai keunikan dan daya tarik Ford Fiesta yang mampu mengekspresikan style serta gaya hidup modern mereka.”

Ford Fiesta yang akan dijual di Indonesia, kata Will menambahkan, diproduksi di AutoAlliance Thailand, yang merupakan pabrik perakitan mobil kecil yang di bangun dengan investasi US$500 juta. Pabrik ini juga menjadi pusat ekspor Ford Fiesta ke seluruh kawasan ASEAN serta Australia, Selandia Baru dan Afrika Selatan.

Presiden Direktur Ford Motor Indonesia itu juga menjelaskan bahwa, Fiesta dikembangkan oleh Ford dengan menggunakan pengalamannya yang intensive dalam perakitan mobil kecil. “Fiesta telah menjadi bukti untuk mobil kecil yang memiliki efisiensi bahan bakar yang baik, pengendalian dan dinamika kendaraan yang luar biasa,” papar Will.

Sejak diperkenalkan, aku Will, Ford Fiesta sudah menjadi favorit di pasaran Eropa, dan telah memperoleh beberapa penghargaan dari majalah– majalah otomotif, termasuk Top Gear, Car, Car & Driver dan 4 Wheels. "Baru–baru ini, Fiesta juga telah dianugerahi penghargaan Car of The Year 2009 dari Auto Express, What Car? dan Sun Motors," tegas Will.yul.

Kamis, 10 Desember 2009


Bapepam Terbitkan Peraturan Pasar Modal yang baru

Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Lembaga Keuangan (LK), menerbitkan Peraturan Nomor IX.D.4 lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep- 429/BL/2009 tentang Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. ”Peraturan tersebet diterbitkan Rabu, 9 Desember 2009,” ujar Ketua Bapepam, A. Fuad Rahmani, Kamis (10/12).
Menurut Fuad, peraturan tersebut merupakan perubahan atas peraturan yang telah ada sebelumnya, dan dalam rangka meningkatkan akses pembiayaan dari Pasar Modal bagi Emiten atau Perusahaan Publik sehingga dapat membuat Pasar Modal sebagai pilihan alternatif sumber pembiayaan yang lebih kompetitif bagi dunia usaha dan mendorong peningkatan kepemilikan publik secara lebih meluas atas perusahaan terbuka.
Beberapa pokok perubahan yang diatur dalam Peraturan tersebut, kata Fuad diantaranya, mengubah persyaratan bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang dapat menambah modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek terlebih dahulu menjadi penambahan modal, hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu 2 (dua) tahun dengan penambahan modal paling banyak 10 % (sepuluh perseratus) dari modal disetor.
Fuad melanjutkan, peraturan tersebut juga mengubah nilai persentase bagi bank yang akan menambah modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan persyaratan bank tersebut menerima pinjaman dari Bank Indonesia atau lembaga pemerintah lain yang jumlahnya lebih dari 100% (seratus perseratus) dari modal disetor atau kondisi lain yang dapat mengakibatkan restrukturisasi bank oleh instansi Pemerintah yang berwenang.
Kemudian, kata Fauad, menambah ketentuan baru mengenai kewajiban memberitahukan kepada Bapepam dan LK serta mengumumkan kepada masyarakat mengenai waktu pelaksanaan penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan hasil pelaksanaan penambahan modal tersebut.yul

Rabu, 09 Desember 2009


Negara-Negara Arab Kurang Bersatu Dukung Palestina
09-Des-2009(http://www.dpr.go.id)

Presiden Asian Parliamentary Assembly (APA) Marzuki Alie mengatakan bahwa dirinya prihatin atas kurangnya rasa persatuan dinegara-negara arab dalam mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya.

“Permasalahan Palestina bukan merupakan suatu persoalan yang besar jika saja negara-negara Arab dapat bersatu,”tegas Marzuki usai menerima delegasi Palestina yang diwakili oleh M. Tasyir Quba’a di Bandung, Rabu (10/11).

Dirinya prihatin, bahwa diantara negara-negara arab sulit bersatu karena seharusnya secara cultural dan emosional dapat lebih memahami apalagi jarak yang lebih dekat dibandingkan dengan Indonesia

Menurut Marzuki seharusnya bangsa di dunia melakukan perjuangan yang sama untuk rakyat Palestina, seperti yang dilakukan rakyat Indonesia yang tetap mendukung Palestina hingga mendapatkan kemerdekaannya.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Palestina M. Tasyir Quba’a menyampaikan ucapan terima kasihnya atas dukungan yang tulus dari rakyat dan pemerintah Indonesia yang tetap konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam mendapatkan kemerdekaannya.

“Dukungan tersebut lebih tulus disbandingkan dengan negara-negara arab itu sendri,”ujar Tasyir.

Rakyat Palestina menurut Tasyir belum lepas dari penderitaan akibat kekejaman Israel dan sekutunya, namun mereka tetap yakin untuk terus berjuang hingga akhirnya mencapai suatu tujuan yakni merdeka.

Untuk itu, kata Tasyir, meminta agar peran APA dapat lebih diperkuat hingga kedepan guna mengimbangi kekeuatan barat, dan dikesempatan ini ia pun berharap perekonomian negara-negara Asia akan menjadi lebih kuat dimasa mendatang.(nt,si,tt)

Selasa, 08 Desember 2009



Memperingati hari anti korupsi Internasional., AJI serukan wartawan tolak suap

Jakarta – Dalam rangka Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional yang jatuh tiap tanggal 9 Desember , Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menyerukan penghentian berbagai bentuk praktek suap (amplop, voucher, doorprize, alokasi dana APBN/APBD, media entertainment dan lain-lain) bagi para jurnalis dari narasumber. "Praktek macam itu jelas termasuk korupsi," ujar Ketua AJI Jakarta, Wahyu Dhyatmika, Rabu (9/12).

AJI Jakarta mencatat masih terjadi berbagi bentuk upaya korupsi terkait praktik kerja jurnalis di lapangan. Hingga saat ini, kampanye anti amplop yang dicanangkan AJI sejak berdiri 15 tahun lalu, terus menemui hambatan.
"Instansi pemerintah maupun swasta terus saja secara khusus menganggarkan alokasi dana suap bagi wartawan yang disamarkan sebagai pos sosialisasi, pos hubungan masyarakat dan pos-pos anggaran lain," kata Wahyu.

AJI juga menuntut pemilik industri media untuk memberikan upah yang layak bagi para jurnalis dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang buruh sekaligus profesional. Pada tahun ini, AJI Jakarta menetapkan Upah Minimum Jurnalis Jakarta sebesar Rp 4,5 juta/bulan. Ayo "Jurnalis bersatu lawan korupsi, tolak suap, tuntut upah layak!" tegas Wahyu.

Indonesia adalah salah satu negara dari 137 negara yang telah ikut meratifikasi Konvensi Anti-Korupsi , sejak PBB membuka lembar Konvensi Anti-Korupsi (United Nations Convention against Corruption/UNCAC) untuk ditandatangani negara-negara anggotanya ,pada 9 Desember 2003 yang lalu. yul

Senin, 07 Desember 2009

INFO SEHAT


MATA AIR PEGUNUNGAN MERUPAKAN SUMBER AIR TERBAIK

JAKARTA – Sumber air terbaik berasal dari mata air pegunungan vulkanik. Mata air pegunungan vulkanik memenuhi ketiga syarat karakteristik sumber air tanah, yaitu kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Hal ini di ungkapkan Dr. Ir. Heru Hendrayana, ahli hidrogeologis dari Universitas Gajah Mada dalam sebuah diskusi yang membahas, “Kuantitas dan kontinuitas air ” di Jakarta, Jumat (4/12).

“Mata air di pegunungan dianggap sebagai sumber air yang sempurna, baik kuantitas maupun kualitasnya,” katanya. Debit mata air di pegunungan umumnya besar dan terus menerus, karena di daerah ini umumnya merupakan daerah basah dengan intensitas curah hujan tinggi serta masih memiliki daerah tangkapan air yang relatif baik. “Kualitas air yang didapatkan sangat baik, karena belum banyak dipengaruhi oleh berbagai aktivitas manusia yang dapat menurunkan kualitas air tanah,” ungkap pakar hidrogeologis tersebut.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Sari B Kusumayudha, M.Sc., ahli hidrogeologi dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, mengatakan, “Air menempati hampir dua pertiga dari luas permukaan bumi, dan memberi warna biru ketika bumi dipandang dari ruang angkasa. Jika dilihat dari sisi distribusi air global, volume air laut lebih-kurang 97,2%, dan air tawar hanya sekitar 2,8 %.” Katanya

Dari jumlah air tawar yang ada di bumi, kata Ibu Sari melanjutkan, 2,41% di antaranya berupa es di kutub, dan 0,61% berupa air tanah. Sisanya dibagi menjadi air permukaan, air pelembab tanah, dan air yang terdapat di dalam atmosfer. Kita harus mempertahankan kuantitas dan kualitas air tawar agar dapat memenuhi syarat minimum yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan kita di bumi ini.” paparnya.

Terkait syarat minimum kwalitas air tersebet, Wahyu Triraharja, Manajer Pengelolaan Sumber Daya Air DANONE AQUA mengatakan, “Saat ini kami memiliki 11 mata air, seluruhnya terletak di kawasan pegunungan di seluruh Indonesia dan masing-masing mata air tersebut dipilih dengan seksama. “Kami mungkin satu-satunya di industri ini yang melakukan proses seleksi yang sangat ketat, sehingga tidak mengherankan bahwa tidak semua mata air pegunungan bisa menjadi sumber air AQUA.” Katanya.yul

Selasa, 01 Desember 2009


Skandal Hukum?
Oleh: A. Mustofa Bisri

Luar biasa. Ada yang mengelus dada, menahan perasaan. Astaghfirullah. Ada yang geleng-geleng kepala, tak percaya. MasyaAllah. Itulah kira-kira reaksi orang-orang Indonesia yang waras saat mendengarkan rekaman telpon yang diputar dalam sidang MK.

Terdengar suara seorang cukong yang begitu ‘berwibawa’ terhadap beberapa orang yang diduga uknum-uknum aparat penegak hukum. Juga suara sang cukong dengan perempuan yang diduga isterinya sedang membicarakan tokoh-tokoh yang diduga pejabat tinggi. Anggaran yang diduga suap dibicarakan begitu rupa seolah-olah komunikasi perniagaan. Tawar-menawar untuk melecehkan hukum berlangsung laiknya dagang sapi. Terdengar percakapan yang benar-benar menjijikkan.

Walhasil saya benar-benar terguncang. Saya ingin tidak mempercayai apa yang saya dengar. Sakit sekali rasanya mendengar hukum di negeri ini dipermainkan seperti itu. Sakit sekali rasanya mendengar orang-orang yang dipercaya membawa amanat, begitu mudah mempersetankan kepercayaan rakyat.

Inilah skandal penegakan –maksud saya pelecehan-- hukum yang luar biasa memalukan. Atau sebenarnya ini sudah lazim; hanya saja baru sekarang publik mengetahuinya. Anggodo atau Anggoro hanyalah satu dari sekian banyak cukong penguasa uknum-uknum pejabat miskin negeri ini. Kita jadi tidak heran sekarang, mengapa Edy Tansil dan maling-maling kakap lainnya sering kabur atau tak karuan urusannya. Ternyata diduga banyak sekali uknum penegak hukum yang benar-benar miskin sekaligus tamak.

Terus terang saja, semula saya kurang setuju dengan pemutaran rekaman itu. Namun mendengar rekaman yang begitu dahsyat, saya jadi kepingin mendengar terus rekaman-rekaman serupa yang jangan-jangan lebih dahsyat lagi tentang cecunguk–cecunguk republik ini.

Saya membayangkan alangkah shocknya presiden SBY mendengar rekaman yang menggambarkan dengan gamblang kebobrokan bagian paling penting dalam kehidupan penegakan hukum Negara yang dipimpinnya. Lalu saya menghayal, setelah mendengarkan itu, presiden langsung bertindak tegas; mencanangkan pembersihan dan penataan kehidupan hukum sebagai prioritas perhatian 100 harinya. Menindak tegas uknum-uknum yang diduga terlibat dalam persekongkolan pelecehan hukum, termasuk yang mencatut namanya.

Kalangan Kejaksaan dan Polri saya bayangkan malu sekali mendengar lembaga mereka dijadikan bahan tertawaan dan permainan cukong; uknum-uknum pejabat mereka ketahuan sangat miskin dan tamak. Lalu saya hayalkan mereka masing-masing dengan penuh amanah, mengambil kebijaksanaan dan bertindak tegas melakukan pembersihan serta penataan dilembaga masing-masing. Membebaskan Bibit dan Chandra. Memecat mereka yang telah dan akan mencoreng nama baik lembaga-lembaga mereka sekaligus Negara mereka.

Khusus Polri, mengingat kesuksesan Densus 88 yang terbukti telah berhasil dengan gemilang memburu dan menumpas teroris; saya berpikir mengapa tidak dibentuk Densus lain –Densus 99 atau apa namanya—yang bertugas khusus memburu dan menumpas koruptor. Soalnya madharat dan kerusakan yang diakibatkan oleh ulah koruptor tidak kalah hebat dibanding yang diakibatkan oleh teroris. Apalagi korupsi seperti terkesan dari rekaman KPK , sepertinya sudah merupakan hal yang lazim dan ini tidak hanya terjadi di pusat.
Bila disepakati, Densus ini unsur-unsurnya bisa terdiri dari KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan. Dengan demikian tidak akan ada persaingan di antara lembaga-lembaga tersebut seperti yang terkesan selama ini.

Diterima atau tidak usul saya itu, yang penting korupsi harus benar-benar diperangi . Tidak hanya dalam wacana belaka. Kalau tidak, saya khawatir dengan negeri yang rentan musibah ini akan menjadi lebih parah lagi.

http://www.gusmus.net/

Inisiator hak angket Century galang dukungan.

Jakarta - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat, Wiranto bertemu Tim Sembilan yang menginisiasi hak angket Century, dikantor Pusat Partai Hanura, Selasa (1/12) sore.
Dalam pertemuan tersebut, Wiranto, meminta para inisiator yang tergabung dalam Tim 9 untuk tetap konsisten. Jangan khawatir Angket Century yang sudah lolos pada sidang Paripurna DPR RI, akan digembosi.

"Memang ada semacam kegalauan, ada intervensi dalam dan luar yang bisa menggembosi semangat tim sembilan, dan dikhawatirkan sebelum sampai tuntas namun misi tidak tercapai karena ada penggembosan," katanya.

Bahkan, lanjut Wiranto, para inisiator ini tidak semuanya bisa masuk panitia khusus Angket. "Kita harus suport agar mereka tetap, dalam semangat untuk membuka kebenaran. Kekuatan bukan berasal dari jumlah tapi bagaimana konsisten mengungkap ini semua," ujarnya.

Disingung tentang penonaktifan para pejabat terkait kasus Century, mantan Menkopolkam ini mengatakan, "Saat dulu saya jadi Menko Polkam, yang diduga saya mempunyai kasus di Semanggi, pada saat pengadilan, saya mundur," ujarnya. "Ketika dibuktikan tidak bersalah, saya tetap meminta untuk nonaktif,” tegas Wiranto.

Pertemuan dengan Tim Sembilan ini Wiranto didampingi Sekretaris Jenderal Hanura, Yus Usman dan beberapa Pengurus Pusat Hanura lainya. Sementara dari Tim 9 antara lain tampak hadir Andi Rahmat, Nasrullah, Maruarar Sirait, M Misbakhun, Rieke Diah Pitaloka dan Akbar Faizal.

Sebelumnya Tim 9 juga sudah bertemu Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Road show Tim 9 ini sudah berlangsung sejak minggu lalu, menemui sejumlah tokoh-tokoh nasional membicarakan dan memggalang dukungan terkait kasus penalangan dana Century yang bermasalah.yul