
MATA AIR PEGUNUNGAN MERUPAKAN SUMBER AIR TERBAIK
JAKARTA – Sumber air terbaik berasal dari mata air pegunungan vulkanik. Mata air pegunungan vulkanik memenuhi ketiga syarat karakteristik sumber air tanah, yaitu kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Hal ini di ungkapkan Dr. Ir. Heru Hendrayana, ahli hidrogeologis dari Universitas Gajah Mada dalam sebuah diskusi yang membahas, “Kuantitas dan kontinuitas air ” di Jakarta, Jumat (4/12).
“Mata air di pegunungan dianggap sebagai sumber air yang sempurna, baik kuantitas maupun kualitasnya,” katanya. Debit mata air di pegunungan umumnya besar dan terus menerus, karena di daerah ini umumnya merupakan daerah basah dengan intensitas curah hujan tinggi serta masih memiliki daerah tangkapan air yang relatif baik. “Kualitas air yang didapatkan sangat baik, karena belum banyak dipengaruhi oleh berbagai aktivitas manusia yang dapat menurunkan kualitas air tanah,” ungkap pakar hidrogeologis tersebut.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Sari B Kusumayudha, M.Sc., ahli hidrogeologi dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, mengatakan, “Air menempati hampir dua pertiga dari luas permukaan bumi, dan memberi warna biru ketika bumi dipandang dari ruang angkasa. Jika dilihat dari sisi distribusi air global, volume air laut lebih-kurang 97,2%, dan air tawar hanya sekitar 2,8 %.” Katanya
Dari jumlah air tawar yang ada di bumi, kata Ibu Sari melanjutkan, 2,41% di antaranya berupa es di kutub, dan 0,61% berupa air tanah. Sisanya dibagi menjadi air permukaan, air pelembab tanah, dan air yang terdapat di dalam atmosfer. Kita harus mempertahankan kuantitas dan kualitas air tawar agar dapat memenuhi syarat minimum yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan kita di bumi ini.” paparnya.
Terkait syarat minimum kwalitas air tersebet, Wahyu Triraharja, Manajer Pengelolaan Sumber Daya Air DANONE AQUA mengatakan, “Saat ini kami memiliki 11 mata air, seluruhnya terletak di kawasan pegunungan di seluruh Indonesia dan masing-masing mata air tersebut dipilih dengan seksama. “Kami mungkin satu-satunya di industri ini yang melakukan proses seleksi yang sangat ketat, sehingga tidak mengherankan bahwa tidak semua mata air pegunungan bisa menjadi sumber air AQUA.” Katanya.yul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar