PRUDENTIAL

Bapak / Ibu Yth : izinkan kami menawarkan kesempatan yang sangat menjanjikan, yakni MENABUNG sekaligus ber INVESTASI dengan JAMINAN bersama kami dibawah bendera dan pelayanan terbaik dari PRUDENTIAL L. A...cp YULMEDIA SH. 081317035749

Jumat, 23 Juli 2010

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Badawi hadiri Ultah ICIS

Jakarta - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Badawi menghadiri Halaqah Perdamaian dan Ulang Tahun International Conference of Islamic Scholar (ICIS) ke-6, di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/7).

Dalam acara yang dihadiri para tokoh Cendekiawan Muslim beberapa Negara Islam tersebut menyampaikan materi dengan tema “Membangun Kekuatan Etos Dunia Islam dalam Menegakkan Keadilan dan Meningkatkan Kemakmuran”.

Selain Badawi, ulama dunia tokoh dunia lain yang hadir menjadi pembicara pada forum ini, yaitu Dr Syeikh Hussam Qaraqira (Presiden Global University Lebanon). Sedangkan dari dalam negeri, hadir sebagai pembicara Ketua MK Mahfudz MD, Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, mantan Menlu Hasan Wirajuda, dan KH Tholhah Hasan.

Pada hari yang sama mantan PM Malaysia Abdullah Badawi melakukan kunjungan kehormatan ke Kantor Presiden. Dalam pertemuan denga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut Badawi mengajak Indonesia untuk membangun kerjasama ekonomi negara-negara Islam di luar D8.

Dengan mengenakan batik berwarna cokelat, Presiden SBY menjemput Badawi di depan Kantor Presiden. Kedua tokoh yang sudah bersahabat lama ini langsung berjabat tangan dengan akrab.

Presiden SBY dalam kesempatan ini, didampingi antara lain, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Wakil Menlu Triyono Wibowo, dan Juru Bicara Presiden bidang Luar Negeri Dino Patti Djalal. yul

Memilih Produk Minuman Yang Halal dan Aman

Rumah pak Dian Trisno, sejak sore hari ramai didatangi keluarga dan jamaah “Majelis Pengajian Nurul Hidayah”. Rumah pak Dian lumayan besar ruang tamunya, sehingga bisa menampung 50 orang lesehan.

“Selamat datang semuanya. Malam ini bukanlah jadwal rutin pengajian kita, malam ini kita akan bicara mengenai satu masalah penting. Penting bukan untuk kita yang yang ada di rumah ini saja, tetapi juga penting untuk masyarakat. Bahkan untuk bangsa dan Negara. Malam ini kita mau mendengarkan KH. Khodam dan pak Oriza berbicara seputar persoalan sertifikasi halal produk minuman dan makanan yang kita konsumsi sehari-hari.” Kata Junaidi, setelah sebelumnya menyampaikan salam dan kata-kata penghormatan.

“Perlu diketahui, 'fatwa halal maupun haram' yang dikeluarkan kalangan ulama tentunya baik. Namun kita juga jangan sampai lupa untuk mencermati fatwa haram yang meluncur akhir-akhir ini, apakah ada kaitannya dengan kasus Century, Gayus Tambunan, atau dengan rencana kunjungan Obama yang katanya mau bernostalgia di Negara kita? Betul ngak Saudara-saudara?” pancing Junaidi. Pancingan pembawa acara disambut spontan, “tullll. Betuuullll.”

KH. Khodam tampak mengangguk-anggukan kepala sembari tersenyum mendengar pengantar pembawa acara, Junaidi. Duduknya berkali-kali berubah posisinya. Terkadang bersandar, tidak lama menunduk, bahkan sempat memeriksa ponsel yang ada dalam saku baju gamisnya.
“Apa saja yang yang menjadi pertanyaan besar seputar topik pembicaraan malam ini? Silahkan saudara-saudara kemukakan secara blak-blakan, secara buka-bukaan, apa adanya” kata Junaidi.
“Kita bebas berbicara, tidak ada yang melarang. Ini Negara demokrasi, tidak ada sensor tidak ada litsus, tidak ada kewajiban menyerahkan naskah apa yang akan saudara bicarakan. Apalagi menyerahkan pikirian untuk disensor yang berwajib. Juga tidak usah takut jika setelah bicara nanti, saudara pulang lantas ditangkap. Paham saudara-saudara?” kata Junaidi dengan nada bercanda.

Ia melanjutkan, “Sekarang, mari sama-sama kita dengarkan. Kita mulai dari Pak Oriza. Silahkan Pak.”
“Terima kasih atas waktunya saudara-saudara, terutama Kiyai yang telah meluangkan waktunya untuk hadir ditengah-tengah kita,” Pak Oriza mulai dengan sedikit basa-basi. “ Beberapa waktu yang lalu ada jamaah yang bertanya tentang kemana saja perginya bagian tubuh lain dari babi yang telah mengorbankan nyawanya untuk manusia? Pertanyaan itu ia sampaikan setelah membaca sebuah majalah yang menulis tentang hasil pelacakan seorang Belanda yang bernama Christein Meindertsma”. Kata pak Oriza sembari menghela nafasnya sejenak.

“Christein itu berusaha untuk mencari tahu. Kemana saja perginya bagian-bagian tubuh seekor babi setelah meninggalkan rumah jagal. Christein mendatangi temannya seorang peternak babi serta mengizinkanya untuk mengikuti hewannya itu." Ujar pak Oriza.
“Majalah yang memuat pelacakan Christein itu menyebutkan, babi dengan nomor identitas 05049 yang diikutinya, sebanyak 4,9 pon dari total bobot tubuhnya 272 pon, digunakan untuk pembuatan permen kenyal. Sementara 4,8 pon digunakan untuk pembuatan permen liquorice. Dalam proses tersebut, kolagen dikeluarkan dari babi, kemudian diubah menjadi gelatin. Dari sini kemudian, penggunaannya dalam proses produksi makanan semakin beragam.”Lanjut pak Oriza.

“Tidak hanya permen yang mengandung gelatin. Dalam bir, anggur, dan jus, gelatin babi digunakan untuk menghilangkan warna keruh dari minuman. Gelatin itu bekerja sebagai agen pencerah, dengan cara bereaksi dengan tannin dalam cairan dan menyerap keruh.
Sebagian eskrim, whipped cream, yogurt, dan juga mentega, mengandung gelatin. Demikian pula makanan hewan peliharaan. Yang lebih mengejutkan, sejumlah produk obat-obatan juga mengandung gelatin. Semuanya, mulai dari penghilang rasa sakit hingga multivitamin.” Papar pak Oriza yang selama ini dikenal warga sebagai Apoteker.

“Produk-produk kebersihan diri dan kecantikan, juga dibuat dengan bahan babi. Asam lemak dikeluarkan dari lemak tulang babi, yang digunakan dalam shampo dan conditioner untuk memberi efek tampilan yang bersinar, sepeti mutiara. Jenis asam ini juga bisa ditemui di sejumlah body lotion, alas bedak, dan krim anti kerut.
Glycerin yang dihasilkan dari lemak babi, juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan berbagai macam produk pasta gigi.” Kata pak Oriza. Lebih kurang sepuluh menit memberikan paparan, pak Oriza mengakhiri dengan ucapan terima kasih.

“Saudara-saudara, begitulah pak Oriza telah menyampaikan informasi yang sangat bagus kepada kita. Nah sekarang apa saja yang yang menjadi pertanyaan bagi saudara semua? Silahkan saudara-saudara kemukakan secara blak-blakan, secara buka-bukaan, apa adanya.” Ujar Junaidi yang disambut hadirin dengan ucapan, “siap ustad.”

Kemudian satu sama lain mengomentari paparan pak Oriza, beberapa orang memyampaikan pertanyaan. Ada yang mengomentari dan menyampaikan kekhawatiran maraknya produk yang bersumber dari hewan yang tidak halal beredar. Ada yang bertanya seputar sertifikasi halal produk minuman non alkohol. Sementara hidangan ala kadarnya dari tuan rumah juga sudah mulai disantap.
“Untuk mendapat informasi seputar fatwa halal yang dikeluarkan Majelis Ulama serta sertifikasi halal minuman non alkohol sebagaimana yang menjadi pertanyaan saudara-saudara. Kita meminta agar Kiyai kita, KH. Khodamul Quddus untuk dapat memberikan penjelasan sepanjang yang beliau ketahui. Waktu dan tempat kita persilahkan,” kata Junaidi.

Pak Dian yang duduk disamping Kiyai, dari tadi hanya bisa tersenyum, sambil sesekali meneguk air dari gelas yang ada didepanya. Pak Bukhari dan mas Boy duduk mengapit pak Ade juga mengumbar senyum. Tadi mereka khusyuk saat mendengarkan paparan, komentar dan pertanyaan-pertanyaan. Lalu tampilah KH. Khodam menyampaikan sambutanya.

“Sebetulnya, apa yang disampaikan pak Oriza serta komentar dan masukan dari saudara semua, sudah mencakup hampir seluruh persolan yang tengah kita bicarakan,” kata KH. Khodam, setelah sebelumnya juga menyampaikan salam dan kata-kata penghormatan. “Yang ingin saya tekankan, bagi umat Islam persoalan halal dan haram adalah sesuatu yang sangat penting, serta bagian dari keimanan dan ketaqwaan. Perintah untuk mengkonsumsi yang halal dan larangan menggunakan yang haram sangat jelas dalam tuntunan agama Islam. Allah SWT mewajibkan umat Islam untuk mengkonsumsi yang halal dan thayyib (baik), “Hai sekalian manusia! Makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS. al-Baqarah [2]: 168),” kata KH. Khodam sambil mengutip salah satu ayat dari Al-Qur’an.

“Apa yang dijelaskan pak Oriza tadi, juga mengingatkan kita pada kasus lemak babi pada tahun 1988. Isu yang berawal dari kajian Dr Ir Tri Susanto dari Universitas Brawijaya Malang ini kemudian berkembang menjadi isu nasional yang berdampak kepada perekonomian nasional. Maka untuk memberikan ketenteraman batin umat serta rasa tanggung jawab dalam melindungi masyarakat, terutama dalam mengkonsumsi pangan, obat dan kosmetika, maka Majelis Ulama Indonesia mendirikan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika atau lebih dikenal sebagai LP POM MUI,” terang Ulama kondang yang juga Pengasuh Pondok Pesanten Nurul Hidayah, Sadeng Bogor ini.

“Bagi kita umat Islam dalam mengkonsumsi suatu produk, kesalahan dalam memilih dapat berujung pada kerugian lahir dan batin. Secara lahir, produk yang mengandung bahan berbahaya akan memberikan dampak yang merugikan bagi kesehatan. Sedangkan secara batin, mengkonsumsi produk tidak halal akan berdosa. Pahami informasi tentang produk yang akan dikonsumsi, jangan tergiur dengan kemasan yang menarik, iklan yang bombastis atau harga yang murah. Dengan memahami informasi dari produk tersebut, insyaAllah kita akan selalu mengkonsumsi produk aman dan halal. Sebab dari sana kita tahu dan memilih produk yang sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI, ” kata KH. Khodam dengan penuh semangat.

"Khusus bagi produk minuman sebagaimana yang ditanyakan tadi, sepanjang yang saya ketahui, baru sedikit yang mendapat sertifikasi halal dari MUI. Mungkin kalau dihitung-hitung dari jutaan baru beberapa ribu saja yang sudah tersertifikasi halal. MUI sendiri memang belum mewajibkan kepada seluruh produsen minuman untuk memiliki sertifikasi halal. Namun, kita mengharapkan kesadaran dari para produsen untuk melaporkan dan mengajukan pembuatan sertifikasi halal produk-produknya. Agar masyarakat, khususnya yang muslim, tidak lagi dibuat khawatir dan bingung memilih mana minuman yang halal dan haram."

“Sebagai informasi tambahan, setahu saya, untuk mendapatkan label sertifikasi halal dari MUI, produk yang diajukan tersebut harus melalui beberapa prosedur. Pertama, produsen harus melakukan pendaftaran atau registrasi produk ke LPPOM MUI. Setelah terdaftar, LPPOM MUI akan melakukan pengkajian dan audit evaluasi terhadap produk-produk minuman tersebut. Lalu setelah hasil audit keluar, MUI akan mengeluarkan fatwa apakah produk tersebut halal atau haram.” Tegas KH. Khodam. Kiyai mengakhiri dengan ucapan salam dan terimakasih.

“Nah, saudara-saudara, kita semua telah mendengar dengan cermat apa yang telah disampaikan Kiyai kita tercinta. Begitu juga dengan apa yang telah dikemukakan dari awal acara, mudah-mudahan kita semua dapat memahaminya. Kita menghimbau dan mengharapkan kesadaran dari para produsen untuk melaporkan dan mengajukan pembuatan sertifikasi halal ke MUI untuk produk-produknya. Begitu juga para auditor perusahaan dan LPPOM MUI bisa bersama-sama ikut menjaga hak-hak konsumen muslim Indonesia secara berkesinambungan, tidak hanya saat ingin mendapatkan sertifikat halal saja, namun sepanjang produk tersebut mandapatkan sertifikat halal,” sahut Junaidi sang pembawa acara. Acara kemudian ditutup dengan sholat isya berjamaah.


Penulis: Yulmedia

Rabu, 21 Juli 2010


Israel terus menyerang kapal bantuan yang menuju Jalur Gaza

Jakarta - Masyarakat Internasional memuji upaya Kapal Laut "Mavi Marmara” yang mengangkut relawan kemanusiaan ke Gaza, hal itu disampaikan Harjito Warno (Wartawan Al-Jazeera yang pernah ikut ke Gaza) mengomentari Zionis Israel yang berhasil memaksa dan melumpuhkan kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza itu, serta menangkap dan memenjarakan seluruh penumpangnya.

“Bahkan sebagian ada yang di eksekusi mati sebelum aksi Pembajakan dan penyanderaan itu dilakukan,” ujar Harjito saat memberikan presentasinya pada acara “Special Gift From Palestina” di salah satu Universitas terkemuka Indonesia, Selasa (20/7).

Sebagaimana yang telah menjadi headline hamper seluruh media Internasional. Pada tanggal 31 Mei pasukan komando Israel menyerbu sebuah kapal Turki armada bantuan yang juga membawa aktivis kemanusiaan ke Jalur Gaza, menewaskan sembilan warga Turki, dalam sebuah operasi yang memicu kecaman internasional dan menyebabkan hubungan kembali tegang antara Tel Aviv- Ankara.

Israel mengatakan akan terus menyerang kapal bantuan yang menuju Jalur Gaza, di saat situasi kemanusiaan di wilayah pesisir yang terblokade tersebut semakin memburuk.
"Tidak ada satupun kapal yang bisa mematahkan blokade ini, baik kapal sipil atau militer," kata utusan Israel Sari Rubenstein dalam acara dengar pendapat dengan Komite HAM PBB pada Rabu kemarin (14/7), sambil menggambarkan bahwa pengepungan yang mereka lakukan adalah tindakan yang "sah."

"Siapa pun yang melanggar blokade ini akan menerima balasannya," ancam Rubenstein.
Surat kabar Israel Ha'aretz mengutip sumber-sumber militer dalam sebuah laporan hari Selasa (13/7) di website mereka yang mengatakan bahwa komando angkatan laut Israel sedang mempersiapkan sebuah intersepsi kuat terhadap kapal bantuan Libya ini.
Laporan ini datang sehari setelah The Jerusalem Post mengutip sumber kementerian pertahanan Israel yang mengatakan bahwa Israel telah menempatkan angkatan laut dalam kondisi siaga tinggi dalam kasus ini dan mereka akan melakukan apapun untuk mencegah kapal Amalthea masuk ke Gaza.

Tel Aviv mengatakan kapal-kapal yang mencoba masuk ke Gaza akan menerima konsekuensi serius - terkait apa yang mereka sebut sebagai mengganggu keamanan Israel - dan Israel mengancam akan menyerang kapal bantuan sipil. yul

Kamis, 15 Juli 2010



Isra’ Mi’raj adalah mukjizat Rasulullah saw. yang terbesar setelah Al Quran

Jakarta - Peringatan Isra’ Mi’raj (27 rajab) pada tahun ini tertutupi oleh dominasi berita “Final Piala Dunia Sepakbola di Afrika Selatan” yang di-blow up besar-besaran oleh media massa sedemikian rupa hingga menyihir perhatian masyarakat dunia seolah-olah acara final sepak bola benar-benar merupakan perhelatan akbar masyarakat dunia.

“Bagi umat Islam sebenarnya final piala dunia sepakbola itu secara substansial tidak ada artinya. Namun tidak sedikit di antara umat Islam yang ikut tersedot magnet sihir bola dunia tersebut,” ujar Rahiman S, Pengasuh dan Pemilik Pondok Pesantren Baitul Hukam di Jakarta, Kamis (15/7).

“Bagi umat Islam,” lanjutnya, “ peristiwa Isra’ Mi’raj jauh lebih penting dan memberikan pelajaran yang bermanfaat bagi kehidupan umat Islam. Sebab peristiwa Isra’ Mi’raj adalah mukjizat Rasulullah saw. yang terbesar setelah Al Quran. Dan peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang tidak pernah dialami oleh manusia siapapun sepanjang sejarah peradaban hingga hari ini, selain Nabi Muhammad saw.”

Rahiman yang juga Direktur Institute for Justice and Peace mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad saw, yang menceritakan bahwa beliau Rasulullah setelah mendapatkan wahyu dari Allah SWT apa yang Dia wahyukan dan Allah mewajibkan sholat kepada beliau saw. 50 kali setiap hari. Lalu atas usul Nabi Musa a.s., rasulullah saw. memohon kepada Allah SWT untuk diringankan hingga sampai batas pada kewajiban sholat lima waktu sehari semalam.

“Pasca peristiwa Isra’ Mi’raj,” tambah Rahiman, “Rasulullah saw. bertemu dengan jamaah haji dari Madinah di Mina. Mereka masuk islam dan menyebarkannya di kota Madinah hingga Rasulullah saw. hijrah dan membangun pemerintahan di kota Madinah. Akhirnya pemerintahan Madinah di masa Khalifah Umar bin Khatthab secara riil bisa mengambil alih tanah Palestina dan Baitul Maqdis di masa Khalifah Umar bin Khaththab 5 tahun pasca wafatnya Nabi Muhammad saw. “
Hari ini Palestina dan baitul Maqdis yang ada di dalamnya dikuasai oleh Zionis Internasional atas bantuan kaum imperialis Barat dan dirikan di atasnya negara Yahudi Israel sejak tahun 1948. Rahiman menghimbau bahwa sudah sepatutnya kaum muslimin yang memahami mukjizat terbesar nabi Muhammad saw. setelah Al Quran, yakni peristiwa Isra’ Mi’raj ini, segera melakukan konsolidasi untuk membebaskan Baitul Maqdis (Yerusalem) dan seluruh wilayah Palestina. yul

REVOKE EMERGENCY DECLARATION & RESTORE HUMAN RIGHTS AND RULE OF LAW IN THAILAND


We, the undersigned ___ organizations, groups and networks, are extremely perturbed about the deterioration of human rights and universally recognized freedoms in Thailand .

In response to people’s exercise of their freedom of expression, opinion and peaceful protest, the government of Thailand had responded with force and violence, that to date has resulted in about 88 deaths, majority of whom were civilians, and injured some 1,800 people.

On 7/4/2010, the Thai government invoked Thailand's Emergency Decree on Public Administration in Emergency Situation, B.E. 2548 (2005), and placed Bangkok and 23 other provinces under a State of Emergency, allegedly to deal with the anti-government peaceful protests led by the United Front for Democracy against Dictatorship(UDD). The ‘red-shirt’ protest was crushed by the Thai government using the military on 19/5/2010. On 6/7/2010, the Thai government has unreasonably extended the state of emergency in 19 provinces, including Bangkok citing, the reason for doing so was "to prevent possible violent or unlawful activities."



On 13/7/2010, the Thai government announced that the emergency decree in the three southern border provinces of Pattani, Yala and Narathiwat for another three months, from July 20 to Oct 19. These regions have been under a state of emergency for the last 5 years.

Thailand's Emergency Decree On Public Administration In Emergency Situation

The declaration of a state of emergency allows the Prime Minister and his Council of Minister wide powers that include prohibition of movement, assembly, peaceful protest, freedom of expression, flow of information, restriction on press freedom, arrest and detention without trial for up to 30 days, power to summon persons to go to the authorities and/or to produce documents, power to violate privacy of personal communications and to suspend any contact or communications.

The United Nations Human Rights Committee that considered Thailand’s Emergency Decree, and in their report [CCPR/CO/84/THA/2005] did say that it , “….does not explicitly specify, or place sufficient limits, on the derogations from the rights protected by the Covenant [International Covenant on Civil and Political rights] that may be made in emergencies and does not guarantee full implementation of article 4 of the Covenant. It is especially concerned that the Decree provides for officials enforcing the state of emergency to be exempt from legal and disciplinary actions, thus exacerbating the problem of impunity. Detention without external safeguards beyond 48 hours should be prohibited (art. 4)….” As the Emergency Decree has not been amended, these observations are still valid today.

On 18/7/2006, the UN Special Rapporteur on extrajudicial, summary or arbitrary executions, issued a press release calling on Thailand "to repeal emergency regulations that violate human rights law". The Special Rapporteur also noted that the government had "failed to act on previous calls to bring its emergency regulations into compliance with human rights law" and that, "The emergency decree makes it possible for soldiers and police officers get away with murder… Impunity for violence committed by the security forces has been an ongoing problem in Thailand , but the emergency decree has gone even further and makes impunity look like the official policy."

Arrest & Detention

The government, using the powers it has under the Emergency Decree, have arrested and detained over 400 persons without charge for up to 30 days in unofficial places of detention. The Emergency Decree removes the right to challenge a detention before a court (habeas corpus). Moreover, the Emergency Decree fails to provide sufficient protection to prevent abuse and mistreatment. Unlike Thailand 's Criminal Procedure Code, the Emergency Decree provides no assurance of prompt access to legal counsel and family members, or effective judicial and administrative safeguards against the mistreatment of detainees, as required by international law.

What is most disturbing is that these arrests are still continuing, and it has now extended to persons who were not even directly involved in the unrest but also persons who have expressed some opinion on the situation in Thailand . Human Rights Watch recently also stated that they have “…received disturbing reports that journalists, photographers, and medical volunteers have also been ordered to report to the authorities after they publicly stated that they witnessed abuses committed by the security forces.”

The numbers of persons that have been arrested by reason of a violation of a Regulation, Notification or Order under the Emergency Decree, which is an offence that, if convicted, carries a penalty of ‘…imprisonment for a term not exceeding two years or to a fine not more than forty- thousand baht, or to both…’. is also not known.

Press Freedom & Freedom Of Expression

The right to freedom of expression is essential for the functioning of democracy and guaranteeing other fundamental human rights. However, section 9(3) of the Emergency Decree allows censorship for extremely vague reasons such as "causing misunderstanding of the emergency or affecting the public morals of the people", which can easily be used to limit legitimate political expression. We are troubled by the fact that the government’s Center for the Resolution of Emergency Situations (CRES) has applied restrictions on free expression rights both in the area where an emergency situation has been declared and throughout the entire country. There are reports that more than 1,000 websites, a satellite television station(PTV), online television channels, newspapers, magazines, and community radio stations have been closed down.

PTV (also known as People Channel), a satellite TV station, has been closed under the state of emergency.

The government had also blocked at least 36 websites under the state or emergency including Prachatai (www.prachatai.com), Sameskybooks (www.sameskybooks.org), Norporchorusa (www.norporchorusa.com) and Weareallhuman (www.weareallhuman.net). It is said that the order came from the Ministry of Information and Communication Technologies (MICT). Any attempt to access the affected sites from within Thailand yields the message “This website has been blocked by ICT & TOT.”

The recent violence has also resulted in the deaths of 2 foreign journalists, Hiroyuki Muramoto and Fabio Polenghi and injuries to at least 8 other journalist. The recent Investigation Report issued by Reporters Without Borders in July 2010 entitled ‘Thailand License to Kill’ raises much unanswered questions about actions of the Thai military and other unidentified persons during the recent unrest. It is disturbing to note that to note that autopsies are still not available, and investigations into these incidents have yet to be completed.

On 13/7/2010, Prachatai said that as the government was hunting for people making comments online, it had decided to close the web board for the safety of users. This is yet another example of the killing freedom of expression and violation of privacy in Thailand using the Emergency Decree.

Transparency requires that the Thai government reveals in detail the list of websites, blogs, e-mail accounts and other internet services that they have invaded, hacked and/or tampered with in its exercise of the powers it has under the Emergency Decree.

Independent Inquiry

There is a need that there be an independent inquiry into all the deaths, injuries and damages to property caused during the recent unrest. It is not proper and will be unsatisfactory for the Thai government to have their own internal investigations, given also the fact that many of the accusation of wrong doing seem to be levied against the current government and its military. It may be best that the United Nations or the ASEAN, be called to conduct an open public inquiry into the unrest, which must definitely include separate inquiries into each of the deaths and serious injury cases. Alternatively, an international panel of reputed persons could be tasked to do this.

This inquiry must also try to identify the alleged armed persons, who the Thai government claims are part of the red shirt protesters, and is the justification for the use of live bullets in the crackdown on the protesters. The inquiry must also identify those responsible for the actions of damaging public and private property. The possibility that ‘agent provocateurs’ were involved must be considered.

In the interim, Thailand must assure that the evidence is not tampered with and/or destroyed. Proper autopsies need to be conducted. It was disturbing to note that in the case of Fabio Polenghi, the Italian photographer, his body was cremated even before the family members were supplied with a thorough autopsy – thus, depriving them the right to request/conduct a second autopsy.

Adequate Compensation For Victims

Whilst the Emergency Decree states the officials protects from ‘civil, criminal or disciplinary liabilities’, it ‘…does not preclude the right of a victim to seek compensation from a government agency under the law on liability for wrongful act of officials…’ A closer reading states that these persons are not protected if their actions/omissions were not done in good faith or was discriminatory or excessive or unreasonable. There should be no protection certainly for those who shot unarmed persons, and in some cases more than once. There should be no justification for the shooting of medical personnel and members of the press.

As such, we the undersigned organizations, groups and networks called upon the government of Thailand to :-

* Immediately revoke the declaration of emergencies in Thailand ;

* Immediately and unconditionally release all persons detained under the Emergency Decrees;

* Restore full press freedom and freedom of expression by allowing all television/radio stations, publications, media portals, blogs, etc, especially those that were shut down by reason of the Emergency Decree and/or the recent fiasco in Thailand , to immediately function normally without any conditions and/or restrictions.

* Reveal in detail the list of websites, blogs, e-mail accounts and other internet services that they have invaded, hacked and/or tampered with in its exercise of the powers it has under the Emergency Decree, and provide adequate compensation.

* Constitute an independent international panel of inquiry to conduct an open public inquiry into the unrest, which must definitely include separate inquiries into each of the deaths and serious injury cases.

* Pay adequate compensation for the loss of life and injury to victims and/or their families/dependents during this fiasco,

* Pay adequate compensation for the deprivation of liberty under the Emergency Decree,

* Pay adequate compensation for loss and damage of property, including also loss of business and/or income which was caused by reason of actions and/or omissions of the government and its officials during this fiasco and/or during the period of Emergency,

* Repeal immediately the Emergency Decree on Public Administration in Emergency Situation, B.E. 2548 (2005)

This e-group is created as a part of social movement building initiaves with the aim to share knowledge and discuss the latest development and issues related to the regional community integration of ASEAN. All are welcome.

You received this message because you are subscribed to the Google
Groups "ASEANcats" group.
To post to this group, send email to aseancats@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to
aseancats+unsubscribe@googlegroups.com
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/aseancats?hl=en-GB

Kiriman : (pranom somwong
justiceforthailand )



Rabu, 14 Juli 2010



Haji Muklis : Allah lah yang membuat aku seperti sekarang ini

Putus sekolah belum tentu tidak sukses dalam menjalani kehidupan di kemudian hari. “Di sekolah saya enggak begitu pintar, yang jelas persoalan ekonomi memaksa saya untuk hengkang dari tempat saya belajar yang bernama sekolah,” kenang H. Muklis Syabirin, Owner Restoran Padang TUJUH BELAS PROPINSI tentang masa kecilnya.

Awalnya, pria yang dulu saat dikampung lebih dikenal dengan nama Kulih ini menjadi penjaja (penjual keliling), macam-macam barang: kancing baju, sisir, barang elektronik dan lain sebagainya. Setiap hari melakukan perjalanan dari Pasar ke Pasar di seputar Jakarta. Itulah rutinitasnya, ia naik bis kota, kereta api, oplet atau ojek ke tempat berjualan. Pekerjaan seperti itu membuatnya hapal seluk beluk Jakarta.

Ia juga pernah jadi karyawan di beberapa restoran/ rumah makan, namun disini ia sering mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan dari majikan, dan perlakuan seperti itu memaksanya berpikir untuk hijrah kerantau ketempat yang lebih jauh lagi.

“Saya sempat putus asa,” kata bapak dua anak ini. “Ketika dirumah makan tempat saya bekerja terjadi penurunan omset yang cukup berarti. Namun, peristiwa itu dianggab bukan sebagai sepinya pengunjung restoran, melainkan ada karyawan yang mencuri uang di kotak kasir. Yang di tuduh sebagai pencurinya saya. Inilah fitnah yang amat menyakitkan,” tuturnya.

Saat itu sambil tetap menahan kegalauan hati, Muklis putra kelahiran Nagari Saniangbaka Solok, Sumaterabarat ini bertekad untuk melangkahkan kakinya. Hari itu juga ia mengambil keputusan untuk pergi meninggalkan kota Jakarta. Bali adalah kota berikutnya yang ia datangi. Namun, di pulau dewata yang terkenal sangat indah dan berbudaya itu, ternyata belum juga dapat mengobati duka lara yang saat itu tengah menyertainya.

Sampai pada suatu ketika, di era tahun Sembilan puluhan, ia terdampar di Makasar setelah sebelumnya sempat merantau ke Menado serta kota-kota lainya di pulau Sulawesi, dan juga beberapa kota di kawasan Indonesia tengah lainya. Makasar adalah propinsi yang ke Tujuh belas ia datangi dan inilah yang kemudian menjadi inspirasi lahirnya Restoran Tujuh Belas Propinsi di kemudian hari.

Dari berbagai petualangan yang ia jalani , menjadi kuli bangunan, penjaga rumah, tukang semir sepatu, tukang cuci mobil, pernah ia lakoni. “Semuanya saya jalani demi sesuap nasi dan kelangsungan hidup. Apa saja saya lakukan yang penting halal dan tidak dilarang oleh agama,” katanya dengan mata berkaca-kaca sambil mengingat penderitan dan perjalanan hidup yang pernah dilaluinya.

“Dibalik kesulitan itu pasti ada kemudahan. Itulah jaminan Tuhan,” kata Muklis mengutip salah satu ayat yang terdapat dalam Al-Qur’an. Ayat itulah yang kemudian menjadi spirit sehinga membuat saya bangkit dari belenggu kehinaan, tuturnya. “Jika tuhan sudah berkehendak apapun bisa terjadi, begitu pun menyangkut diri saya, dimataNYA dan kekuasaNYA amatlah mudah,” ujar Muklis dengan mantap.

Sewaktu membuka restoran, rumah makan di Makasar, pria yang bertepatan hari lahirnya dengan perayaan hari pahlawan 10 November 1969 ini, memberi nama Rumah Makan miliknya dengan nama Tujuh Belas Propinsi. Nama ini terinspirasi dari perjalananya setelah merantau dan menempuh 17 daerah tingakat satu dari dua puluh tujuh propinsi yang ada di Indonesia kala itu.
Bagi Muklis, selain mudah diingat, angka 17 adalah angka keberuntungannya. Hingga tahun 2010 ini berkat doa dan kerja yang tak kenal lelah, usaha yang telah dirintisnya dari nol tersebut terus bertambah maju, “Alhamdulillah, Allah mengkaruniai kami rezeki sehingga sekarang di kota Makasar sudah ada 7 restoran, rumah makan kami,” katanya merendah.

Walau sudah sukses, H. Muklis tetap merasa sebagai rakyat kecil. Menurut Muklis, itu karena ia terbiasa menjalani hidup penuh asam garam, pahit getir sejak kecil. “Apapun yang ada sekarang, semuanya kepunyaan, dan milik Allah. Jangan pernah merasa sombong dengan kelebihan yang kita punya. Sadarilah bahwa itu adalah titipan dari Yang Maha Adidaya,” katanya dengan penuh nuansa religius.

Ia mengakui peran agama tak bisa lepas dari kebangkitan kehidupnya. “Agamalah yang membimbing saya hingga menjadi seperti sekarang ini,” ujar Muklis. “Islam adalah agama yang diturunkan Allah swt. kepada manusia untuk menata seluruh dimensi kehidupan. Setiap ajaran yang digariskan agama ini tidak ada yang berseberangan dengan fitrah manusia. Unsur hati, akal, dan jasad yang terdapat dalam diri manusia senantiasa mendapatkan “khithab ilahi” (arahan Allah) secara proporsional.”

‎"Rasulullah SAW bersabda,’ lanjutnya. “Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rezki sebagaimana rezki burung-burung. Mereka berangkat pagi dengan perut lapar, dan pulang petang hari dalam keadaan kenyang," kata pria yang dikenal ramah dan dermawan dikalangan orang-orang yang pernah berkenalan denganya, sembari mengutip salah satu hadits Rasulullah Saw.

Berdoa kepada Yang maha Kuasa, berkeinginan keras dan tekun, pantang menyerah, serta fokus menekuni satu bidang usaha merupakan kiat sukses H. Muklis. Namun, ia juga memberikan resep sukses yang ia namai ISTRI ( Ingin Sukses Timbalah Restu Ibu dan Istri). Sedangkan untuk mempertahankan usahanya ia memakai prinsip HIJAU ( Hidup Jangan Ada Utang). yulia

Senin, 12 Juli 2010

CARRIE (Europe)



Benibudaya Gmps: Bisnis online termurah

"biSnis oNline teRmurah"
Dengan "sepuluhribu rupiah" dapat "hasil melimpah"
Bogor, June 2010 oleh: Benibudaya dan team


"Suatu konsep bisnis online yang nyata dan efektif dalam menghasilkan uang di internet.Dengan Berinvestasi Rp 10.000,- atau hanya dengan pecahan puluhan ribu terkecil anda dipastikan* mendapatkan hasil semilyar rupiah lebih.Hasil se-fantastik itu akan anda peroleh hanya dengan mengajak rekan anda sebanyak 4 ( empat ) orang saja.baca ilustrasi pada menu sistem.

Rekan Netter:
Dengan semakin pesatnya perkembangan pengguna Internet di Indonesia,Ini merupakan pangsa pasar (peluang besar) kita untuk meraih penghasilan yang tak terhingga dari yang namanya Internet.
Kalau selama ini memakai internet hanya sekedar untuk Facebook,Chatting, Game,cek mail,kenapa nggak mencoba hal yang lebih menguntungkan di segi Financial.Mulai sekarang patut dimanfaatkan peluang yang ada untuk Berbisnis Online,bukan beralih kegiatan tetapi memanfaatkan kegiatan yang ada.

sepuluhribu.com akan memberikan anda peluang pendapatan yang tak terhingga dalam waktu relatif singkat dengan melakukan 2 langkah mudah:

1. Beli Produk dari sepuluhribu.com (produk lihat di menu "Produk")
(ini sekaligus menjadi biaya pendaftaran anda, tidak ada lagi biaya setelah ini, selamanya)
Selain produk tersebut, anda juga akan mendapatkan sebuah Website Replika (Website Replika adalah website atas nama anda sendiri yg akan anda dapatkan secara otomatis setelah keanggotaan anda diaktifkan, dengan format:
http://www.sepuluhribu.com/?id=Aulia (Anda)
Tampilannya persis seperti website yg anda lihat sekarang

2. Sebarkan website replika anda tersebut ke siapa saja: teman, saudara, tetangga, rekan kantor, dll, dan ajak mereka bergabung lewat website replika anda tsb.
Anda akan mendapatkan komisi setiap kali ada orang yg bergabung melalui website replika anda maupun website replika dalam jaringan anda sedalam 10 level.
PENJELASAN:
_
Setiap kali seseorang bergabung melalui website replika anda maupun website dalam jaringan anda,otomatis komisi akan anda dapatkan yang besarannya setiap level berbeda-beda seperti gambaran pada menu sistem/cara kerja. Komisi tersebut akan langsung ditransfer oleh Admin/pengelola ke rekening anda jika sudah mencapai batas minimal transfer pada bank anda.

Kenapa harus memilih di sepuluhribu.com?
sepuluhribu.com akan memberikan keuntungan yang melimpah kepada anda dengan perpaduan antara Sistem Reseller, Randomizer dan Networking, yang saat ini terbukti ampuh sebagai Internet Cash Generator. Dengan perpaduan sistem ini terbuka peluang besar untuk memperoleh pendapatan yang luar biasa.Yang perlu anda lakukan adalah bergabung sekarang juga untuk mendapatkan posisi yang aman dan sistem langsung akan bekerja sepenuhnya untuk anda!!!

• Sistem Reseller.
Setelah bergabung, maka Anda langsung mendapatkan website Replika untuk mempermudah dalam mereferensikan ke orang lain.

• Automatic Sun System: N (tak terbatas) X 10 level
Setiap peserta berhak memiliki jumlah member TAK TERBATAS untuk setiap levelnya dengan kedalaman sampai 10 level. Itu artinya program ini bekerja 100% UNTUK ANDA !Anda tidak perlu khawatir kehilangan calon downline hanya gara-gara terlimpah ke member lain dan biarkan program ini bekerja 24 jam untuk Anda !

• Water Flow Randomizer (WFR)
Saat ada pengunjung akan mendaftar dan memasuki website TANPA SPONSOR, Maka Otomatis Sistem akan melakukan Randomizer (pengacakan) terhadap member aktif untuk dijadikan sponsor / Upline. Sistem randomizer akan mendahulukan member aktif yang belum punya downline atau masih punya downline paling sedikit, serta jika terdapat beberapa member yang sama-sama belum punya downline maka sistem akan memilih member yang join paling dahulu untuk dijadikan Sponsor. Ibarat Aliran Air (water flow), maka randomizer ini akan mengalir kebawah dulu.

• Fair System
Siapa yang bekerja dan berusaha lebih keras, akan mendapatkan hasil lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat, tidak hanya menguntungkan member yang bergabung terlebih dahulu, oleh karenanya jangan ragu-ragu untuk segera bergabung untuk menjadi Succsess Business Online dalam program ini dan ciptakan MESIN PENGHASIL UANG yang akan membanjiri rekening bank Anda. Disamping itu pula program ini mengutamakan kejujuran dan kebersamaan dalam menjalankan bisnis ini, sehingga tidak terjadinya kecurangan yang dapat merugikan member - member lainnya.

• Report System
Anda akan menerima email pemberitahuan otomatis dari setiap transaksi / aktifitas yg terjadi di website anda maupun di website semua member di bawah anda sampai kedalaman 5 level dan pada level 10 ( karena ada pembatasan dari server untuk pengiriman email massal maka sistem hanya mengirimkan sampai dengan 5 level plus pada level 10 ), antara lain:

* Pemberitahuan otomatis setiap kali ada orang yg melakukan pendaftaran baik di website anda maupun di website jaringan anda.sampai kedalaman 5 level + level 10.

* Pemberitahuan otomatis setiap kali ada calon member melakukan konfirmasi pembayaran.

* Pemberitahuan otomatis setiap kali ada kememberan calon member anda yg diaktifkan oleh Admin.

Email pemberitahuan diatas dikirimkan oleh sistem secara otomatis ke email anda.

• Safe Payment System
Sistem pembayaran yang digunakan dalam program ini adalah sistem transfer Bank langsung ke rekening Admin.Sistem ini di pakai karena mengacu pada peraturan BANK di Indonesia yang menerapkan minimum transfer,dan Admin akan membagikan ke rekening para Sponsor setelah mencapai minimum transfer tersebut dengan segera.
Keistimewaan program ini.

1.Modal /harga hanya Rp 10.000,-
Berdasarkan statistik: Pengguna internet di indonesia di dominasi oleh kalangan pelajar.dengan Rp 10.000,- ini merupakan modal yang terjangkau pada kalangan tersebut.bahkan pada kalangan luas/umum.intinya semua kalangan pengguna internet mampu menyediakan uang sepuluh ribu rupiah.


2.Hanya mencari 4 (orang ) downline aktif.
Anda hanya memerlukan 4 orang downline aktif untuk mendapatkan penghasilan yang luar biasa dari sepuluhribu.com setelah itu biarkan program ini berjalan secara otomatis.bisa anda bandingkan dengan yang lain.


3.Pendapatan Admin hanya 6% dari setiap penjualan.
Pendapatan pengelola hanya 6% per penjualan atau hanya Rp 600,- , pendapatan ini sudah cukup bagi pengelola untuk menghidupi/menjalankan website sederhana ini. bandingkan dengan bisnis yang lain yang minimal admin mengambil keuntungan antara 10% s/d 50% bahkan lebih.


4.Sistem yang simple dan tidak membingungkan.
Sistem sepuluhribu.com didesain sesederhana mungkin, sehingga Anda tidak perlu dibingungkan dengan berbagai macam istilah.Cukup jalankan sesuai panduan sederhana.


5.Cara Pendaftaran/pembelian yang simple.
Dengan cara:

5.1.Beli produk website ini dengan mengisi formulirnya pada
menu daftar/join dengan lengkap.
5.2.Transfer biaya sejumlah harga produk yang tertera.
5.3.Konfirmasikan pembayaran lewat formulir konfirmasi yang telah di kirim ke email anda.
5.4.Tunggu beberapa saat.pemberitahuan status anda segera diterima melalui email/sms.


6.PRofil Pengelola Jelas.
Profil admin jelas dilengkapi dengan foto,alamat dan nomor telpon yang siap di hubungi.

Migrant Workers Must Urgently Be Granted Access to Work
Accident Compensation

Currently migrant workers in Thailand are living and working in seriously degrading conditions. Thailand is currently under the spotlight of the international community and facing severe criticism for its treatment of migrant workers. The international community is seriously concerned that Thailand continues to neglect migrant workers, allowing them to fall victim to serious human rights violations, including a denial of access to the Social Security Office’s (SSO) Workmen’s Compensation Fund (WCF) following work accidents.

The WCF was established in accordance with the Workmen’s Compensation Act (WCA) 1994. The purpose of the WCF is clearly stated as a system to protect all “workers” working for an employer, whatever their nationality or immigration status. The WCA 1994 clearly lays down conditions, systems and procedures for paying work accident compensation to all “workers” who experience accidents, are disabled or die at work. The WCA 1994 also clearly provides penalties for those who fail to comply with this law. However, when its comes to assisting injured workers and their relatives following work accidents, government officials seem to be turning away from the stated aims of the WCF, in breach of the law. The rights of many workers are currently being denied.

All migrant workers are “workers” and must receive equal protection to Thai workers. These “equality” and “non-discrimination” standards are provided for in Thailand’s labour laws and in Thailand’s existing Constitution. In addition, several United Nations and International Labour Organisation (ILO) Conventions, which the Thai Government has ratified, demand that all countries respect universal standards of equality and non-discrimination.

At this time however, in reality migrant workers in Thailand are denied many basic human and labour rights and standards of equality and non-discrimination are not being applied. The fact migrant workers currently are not able to enter into the WCF provides one clear example. The Ministry of Labour’s (MoL) SSO continues to cite a circular notice (RS 0711/W751, issued on 25th October 2001) regarding protection of migrant workers who incur an accident at work to deny migrant access to the WCF. This circular notice states that if migrant workers are to access work accident compensation from the WCF they must fulfill all of the following conditions: (1) Migrant workers must possess a work permit; (2) Migrant workers must possess a passport or alien identification documents; (3) Employers of migrant workers must pay a dividend into the WCF: and (4) Migrant workers must pay taxes like all ordinary Thai citizens.

If migrant workers cannot fulfill any of the above conditions, responsibility to pay work accident compensation is transferred to their employer. Evidence shows clearly however that most migrant workers do not currently access this work accident compensation from their employers. Migrant workers do not therefore currently access rights provided to them according to law from the WCF. Currently, over 2 million migrant workers in Thailand are not able to access the WCF. SSO continues to deny these rights even though most migrants in Thailand already have two formal ID documents (the Tor 38/1 form and a work permit) issued by the Ministries of Interior and Labour.
In recent times, the MoL and other related officials have tried to solve these problems by announcing plans to set up a special compensation fund to pay work accident compensation to migrant workers. This fund will apparently be managed by a private life insurance company. These plans are unlawful and not in accordance with the spirit and goals of all labour protection laws in Thailand, the WCA 1994 itself and also the Thai Constitution. These plans are also clearly in breach of international law and international labour and human rights standards laid down by the ILO and United Nations.

The State Enterprise Workers Relations Confederation (SERC), the Human Rights and Development Foundation (HRDF), the Thai Labour Solidarity Committee (TLSC) and international labour organisations in Thailand therefore demand as follows:
1. The government must now reconsider and immediately revoke discriminatory regulations preventing migrant worker access to the SSO’s WCF;
2. The government must urgently strategise, together with both government officials, labour unions, NGOs and migrant workers themselves, to solve problems currently faced by migrant workers to ensure they can access rights provided to them under the WCF;
3. The government must immediately revoke all plans to set up a special compensation fund to pay work accident compensation to migrant workers given such plans are in breach of both Thai and international laws.

In Solidarity

State Enterprise Workers Relations Confederation of Thailand (SERC)
Human Rights and Development Foundation (HRDF)
Thai Labour Solidarity Committee (TLSC)
International Transport Federation (ITF) THAILAND
Public Services International (PSI) THAILAND
International Federation of Chemical, Energy, Mine and General Workers' Union (ICEM) Thailand
International Metalworkers Federation (IMF) Thailand
UNI Thailand
Building and Wood Workers International (BWI) Thailand
Rangsit Area Union Group
Eastern Area Union Group
Project for Development of the Lives of Migrants and Status Challenges Persons
US Committee for Refugees and Immigration (USCRI)
Migrant Workers Rights Network (MWRN)

dari : Somsri Hannanuntasuk : anfrel@anfrel.org

yuyun

Kamis, 08 Juli 2010



Dari tempat yang berbeda dua Artis sampaikan permintaan maaf

JAKARTA – Dari tempat yang berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan Cut Tari dan Luna Maya menyampaikan permintaan maaf kepada bangsa Indonesia dan keluarga keduanya atas kasus video porno yang selama sebulan telah menjadi berita meresahkan.

Cut Tari membacakan pernyataan maaf terbuka kepada seluruh bangsa Indonesia. Saat membacakan surat pernyataan maaf tersebut, Cut Tari didampingi suaminya dan kuasa hukumnya Hotman Paris Hutapea SH di kantor Pengacara Hotman Paris, Gedung Summitmas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (8/7).

Sambil berlinang air mata, Cut Tari membacakan pernyataan maaf terbuka kepada seluruh bangsa Indonesia.
“Kepada bapak Presiden Republik Indonesia beserta ibu.

Bapak Kapolri beserta ibu. Bapak Kabareskrim beserta ibu. Bapak kadiv humas Mabes Polri beserta ibu. Bapak direktur I Mabes Polri. Bapak Ibu penyidik Mabes Polri.

Para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Yang saya hormati para orang tua dan seluruh masyarakat Indonesia.

Atas nama pribadi dan nama keluarga saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas pemberitaan baru-baru ini yang telah menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan di masyarakat. Sekali lagi saya mohon maaf.

Pembelajaran tersebut merupakan introspeksi yang sangat berharga bagi diri saya.

Saya juga mohon maaf kepada suami saya. Saya juga sangat berterimakasih kepada suami saya yang selama ini setia mendampingi saya menghadapi masalah saya.

Untuk masalah hukum saya serahkan kepada aparat penegak hukum mabes polri dan pengacara saya.

Demikian permohonan maaf ini saya sampaikan. Dan insya Allah pintu maaf terbuka buat saya,” tuturnya.

Sementara itu di tempat berbeda, hal senada disampaikan Luna Maya."Saya juga ingin minta maaf pada keluarga saya yang mungkin, ya intinya saya benar-benar minta maaf pada semua,” ungkapnya melalui siaran langsung yang ditayangkan salah satu stasiun tv swasta nasinal, dibilangan Kedoya Jakarta. yul

Rabu, 07 Juli 2010


The New Asian Hemisphere: Pergeseran yang tak tertahankan dari kekuatan global ke Timur

Kishore Mahbubani adalah dekan Universiti Kebangsaan Singapura Lee Kuan Yew School of Public Policy. Sebelumnya, dia bekerja dengan Singapura Foreign Service, dua kali sebagai duta besar untuk PBB, selama itu ia juga menjabat sebagai presiden Majlis Keselamatan PBB.

Mahbubani baru-baru ini di Kaherah untuk melancarkan edisi Bahasa Arab buku terbarunya The New Asian Hemisphere: Pergeseran yang tak tertahankan dari kekuatan global ke Timur. Dia berbicara kepada Niveen Wahish tentang kejayaan ekonomi Asia Timur dan bagaimana orang lain boleh berjaya, tumbuh dan berkembang

Bolehkah kebangkitan Asia Timur akan ditiru? Apakah itu sesuatu yang setiap orang dapat lakukan?

Ya. Yang menyedihkan adalah bahawa lebih banyak negara tidak berkembang secepat negara-negara Asia.

Alasan saya menulis buku saya The New Asian Hemisphere adalah untuk berbicara tentang tujuh tiang kebijaksanaan Barat: ekonomi pasaran bebas, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya Pragmatisme, meritokrasi, budaya keamanan, penegakan undang-undang dan pendidikan. Setiap masyarakat dapat melaksanakan ini. Kita harus berhenti percaya bahawa hanya masyarakat Barat dapat mengembangkan atau hanya masyarakat Asia dapat berkembang. Setiap masyarakat dapat berkembang. Hal paling penting yang saya tekankan adalah bahawa anda harus mempunyai keyakinan psikologi yang anda boleh melakukannya.

Tapi kau perlu keyakinan psikologi seluruh penduduk, bukan hanya beberapa.

Hal ini bermula dengan kepimpinan. Jika anda melihat cerita tentang Asia Timur, itu bermula dengan beberapa pemimpin masyarakat percaya bahawa mereka boleh sebaik orang lain. Kemudian para pemimpin berpendidikan dan yakin penduduk. Mereka menghantar orang luar negeri untuk belajar dan melatih. Untuk masa yang panjang ada aliran satu arah Asia Timur akan belajar di universiti di Amerika Utara dan yang tidak pernah pulang. Sekarang mereka akan datang kembali.

Hal ini sering mengatakan bahawa orang-orang Asia mengundurkan diri untuk rejim totalitarian dengan ganjaran kebajikan ekonomi.

Bahaya terbesar yang kita hadapi adalah disinformasi Barat. Barat ingin mengatakan bahawa satu-satunya alasan masyarakat Asia yang berjaya adalah kerana mereka mempunyai kerajaan totalitarian. Memang benar bahawa China mempunyai kerajaan komunis. Tapi juga sukses negara lain adalah India. Dan India adalah negara demokrasi. Variabel penting bukanlah apakah anda mempunyai kerajaan autoritarian atau demokratik kerana keduanya boleh berjaya atau gagal. Variabel penting adalah apa dasar kerajaan ini berlaku. Adakah atau tidak Mesir ingin memilih cara demokrasi atau totalitarian sampai dengan itu. Bentuk kerajaan tidak peduli, yang penting adalah apakah anda mempunyai kerajaan yang komited untuk melaksanakan tujuh tiang kebijaksanaan Barat. Dan jika anda menerapkan mereka terlepas dari sistem politik anda, anda akan berjaya.

Apakah ini Pragmatisme anda berbicara tentang dalam buku anda, dan kenyataan bahawa tidak peduli yang mengadopsi ideologi anda?

Tepat. Anda berbuat lebih baik di negara anda jika anda pragmatik kerana apabila anda berjaya memberikan pertumbuhan ekonomi anda mengangkat jutaan orang dari kemiskinan. Cina 800 juta orang hidup dengan kurang dari $ 1 per hari. Sekarang nombor ini telah turun menjadi kurang dari 200 juta. Sekitar 600 juta orang telah diselamatkan dari kemiskinan mutlak. Itu adalah yang terbesar baik yang anda boleh lakukan. Ketika orang tidak memiliki cukup untuk makan, tidak punya pekerjaan dan tidak boleh melakukan perjalanan, tidak ada kebebasan. Kebebasan berasal dari memiliki keperluan asas pertama dipenuhi.

Kesalahan yang membuat orang Amerika adalah fokus pada kebebasan politik ketika sebenarnya dari sudut pandang orang-orang Cina yang lebih penting adalah kebebasan peribadi. Jika anda pragmatis dan anda mengamalkan dasar yang betul tanpa ideologi, dan anda boleh mengembangkan, maka orang manfaat. Pada akhir hari ini, anda harus memastikan bahawa dasar anda manfaat bagi masyarakat.

Apa rahsia pertumbuhan Singapura?

Singapura melaksanakan tujuh tiang yang sangat baik. Tidak ada subsidi industri apapun; harga petrol tetap sangat tinggi sehingga orang menggunakan tenaga cekap. Singapura telah menjadi salah satu pemimpin dalam penyelidikan dalam bidang bioteknologi. Kami juga mempunyai budaya Pragmatisme. Apa pun masalah Mesir, seseorang telah menyelesaikan suatu tempat, jadi pergi menyalinnya.

Budaya meritokrasi adalah tentang bagaimana anda menggunakan kemampuan otak tidak digunakan dalam masyarakat anda. Rahsia terbesar Asia adalah bahawa ia selalu mempunyai kolam renang terbesar kekuatan otak, tapi kami juga mempunyai kolam renang terbesar di dunia otak yang tidak terpakai. Sekarang kolam ini sedang digunakan.

Kedengarannya mudah. Bagaimana bisa diterapkan?

Pendidikan adalah kunci kejayaan. Di Singapura, kami mulai dengan menyalin sistem pendidikan [] dari Eropah, Inggeris dan Amerika Syarikat. Sekarang, luar biasa, buku pelajaran yang digunakan di sekolah menengah Singapura sangat baik bahawa sekolah di Amerika adalah menyalin mereka.

Jika sebuah negara miskin seperti India boleh melakukannya, tidak ada sebab mengapa Mesir, dengan sumber daya lebih, bisa tidak.

Anda tidak perlu bimbang tentang identiti budaya anda tersesat sementara yang lain menyalin?

Kita harus memiliki iman yang lebih pada orang-orang kami. Dengan pendidikan fikiran anda akan terbuka dan anda dapat memahami sejarah anda sendiri lebih baik. Kami percaya bahawa dengan masyarakat pendidikan akan meningkatkan secara dramatik.

Banyak masyarakat cenderung melihat orang di bahagian paling bawah sebagai kewajipan bukan sebagai sumber daya, sementara kita harus melihat mereka sebagai kolam potensi kemampuan otak yang boleh dibangunkan.

Beberapa orang di Mesir percaya penduduk yang besar dari 80 juta merupakan sebuah kewajiban.

Kami di Singapura, sebuah masyarakat hanya empat atau lima juta orang, akan senang memiliki penduduk sebanyak 80 juta. Semakin besar penduduk, semakin besar kesempatan panen genius. Tapi anda harus memberi mereka peluang.

Anda tidak boleh mengatakan di mana otak yang akan. Tidak benar bahawa mereka yang dilahirkan sebagai anak-anak kelas atas secara alami lebih terang dari anak-anak dilahirkan di bahagian bawah. Anda harus memberikan orang-orang di bahagian bawah peluang untuk mengembangkan. Itulah rahsia kejayaan nyata dari negara-negara Asia Timur. Mereka telah mencari bakat di bahagian paling bawah. Mereka telah memberi peluang yang sama ketika datang ke pendidikan.

Anda harus melihat jumlah penduduk yang besar anda sebagai aset. Lapan puluh juta orang tak boleh dibandingkan dengan India 1.3 bilion. India, dengan penduduk lebih miskin dan orang-orang dari seluruh Afrika, boleh mencipta rasa momentum, dinamik dan pertumbuhan.

Apa pelajaran lain boleh dipelajari dari Asia?

Salah satu sebab mengapa ekonomi Asia berkembang adalah bahawa mereka mempunyai dasar langit terbuka. Sebahagian besar negara hanya ingin melindungi syarikat penerbangan mereka, tetapi apabila anda melindungi penerbangan anda anda membuat tersedak titik pada perekonomian anda. Apa yang China lakukan adalah membuka lebih banyak bandar untuk penerbangan antarabangsa sehingga pengusaha boleh musafir di seluruh China. Ada banyak pengusaha yang ingin pergi ke Afrika dan mereka melakukannya melalui Paris. Mengapa tidak Kaherah hub Afrika?

Apakah ini nominal yang sama berlaku untuk industri?

Melindungi industri adalah hal yang paling berbahaya. Anda hanya dapat melindungi untuk sementara, dan hanya menjadi tidak kompetitif. Jika anda ingin seseorang yang berada pada kruk untuk menjadi pelari terpantas, anda harus mengambil tongkat ketiak dan membiarkan mereka untuk mencuba. Jika anda terus industri pada kruk, mereka tidak akan pernah menjadi berdaya saing global.

Bagaimana jika mereka gagal?

Banyak akan gagal, tapi itu masalahnya. Biarkan prinsip-prinsip antarabangsa bekerja keunggulan komparatif. Bangladesh selalu dilihat sebagai sebuah masyarakat harapan. Sekarang harapan masyarakat. Ketika anda membuka perekonomian anda, pelabur akan datang.

Tetapi beberapa orang melihat pelaburan langsung asing (FDI) sebagai eksploitatif.

Alasan mengapa Singapura merupakan salah satu negara Dunia Ketiga yang pertama untuk sukses adalah kerana itu membuka pintu untuk FDI sementara banyak negara Dunia Ketiga menutup pintu mereka. Kami membuka kembali perekonomian kita dan pada awalnya kami mendapat upah rendah seperti industri tekstil dan pembuat mainan. Hari ini kita pembuatan komponen enjin jet, kita memiliki kilang farmasi, dan kami mempunyai industri yang terkemuka di dunia.

Anda harus membiarkan pasaran yang menentukan industri akan bertahan dan yang tidak akan. Jika anda membiarkan hal itu terjadi anda akan mendapatkan lebih global industri kompetitif.

Bagaimana dengan ketidakpuasan dari masyarakat umum?

China tidak menunjukkan kerana mereka telah melihat pendapatan mereka naik dan ada lebih banyak kesempatan sedia.

Orang bisa dididik tentang kisah sukses orang lain. Adalah baik untuk pergi dan mempelajari pengalaman pembangunan Asia Timur kerana banyak negara-negara ini telah mengalami kemiskinan nyata - lebih buruk daripada Mesir - dan tetapi mereka telah menjadi sukses.

Orang-orang tanpa pekerjaan adalah ketidakpuasan terbanyak di dunia. Anda mungkin kehilangan pekerjaan tertentu, tetapi lebih baik untuk mempunyai ekonomi yang terus-menerus menciptakan pekerjaan baru dari satu yang tidak menciptakan lapangan kerja baru.

Untuk kejadian lapangan kerja, anda mesti mempunyai pekerjaan kehancuran. Konsep destruksi kreatif merupakan sebahagian penting dari kapitalisme.

Apakah ada keperluan untuk masa peralihan, atau jaring keselamatan?

Jaring keselamatan terbaik yang anda boleh berikan adalah latihan kembali. Jaring keselamatan yang paling berbahaya adalah sistem kesejahteraan. Anda harus menciptakan insentif untuk kerja yang tidak pengangguran. Dalam krisis ekonomi baru-baru ini kami seharusnya menyusut. Kita boleh mencipta faedah pengangguran, melainkan kami membuat kerja. Kerajaan Singapura memberi setiap majikan yang menggaji seseorang 10 peratus daripada gaji orang itu.

Apakah krisis global berubah apapun keyakinan anda dalam tujuh tiang?

Krisis ini menunjukkan bagaimana mendapatkan hal yang benar Asia dan Eropah dan AS salah.

Budaya Pragmatisme - di mana anda mempunyai kedua-dua tangan tak terlihat pasaran bebas dan tangan terlihat dari tata pemerintahan yang baik - jauh lebih baik daripada kepercayaan pasaran Barat yang paling tahu dan kerajaan perlu menyingkir.

Anda tidak berfikir bahawa kebijaksanaan Asia punya peranan dalam pertumbuhan anda?

Ada peranan untuk beberapa nilai Asia, seperti kepercayaan dalam pendidikan. Tapi ada banyak kebijaksanaan Asia untuk dijumpai kembali. Akan ada renaisans besar Asia seperti akan ada renaissance dunia Islam. Tetapi untuk hal itu terjadi anda perlu mengembangkan ekonomi anda terlebih dahulu.

Sistem kesihatan di Singapura dikatakan salah satu yang terbaik di dunia. Mengapa demikian?

Semua orang mempunyai akses ke rumah sakit, tetapi mereka harus membayar sesuatu yang simbolik. Hal ini menjadikan disinsentif bagi orang untuk menyalahgunakan sistem kesihatan. Ketika orang diberi kesihatan percuma dan ubat-ubatan mereka menyalahgunakannya. Anda harus mempunyai mekanisme penetapan harga untuk memperuntukkan sumber daya. Mekanisme penentuan harga menentukan perilaku manusia dan itu adalah penyelesaian terbaik untuk masalah kelangkaan banyak.

Haruskah peranan institusi seperti IMF, Bank Dunia dan Pertubuhan Perdagangan Dunia berubah selepas krisis ekonomi global?

Dengan bangkitnya Asia, akan ada pergeseran kuasa ke Asia. Dan semua institusi-institusi global harus membenahi diri mereka untuk mencerminkan keseimbangan baru kuasa.

Kita telah sampai pada akhir era dominasi Barat dalam sejarah dunia, tapi itu bukan akhir dari Barat. Anda akan memiliki tamadun yang berjaya lain bergabung dengan Barat.

Barat sekarang harus belajar untuk berkongsi kuasa, yang sukar. Walaupun Amerika dan Eropah percaya pada demokrasi di rumah, mereka tidak percaya pada demokrasi global.

Masalahnya kami adalah bahawa para pembuat dasar kita digunakan untuk pergi ke Eropah atau ke Amerika Syarikat, tetapi pengalaman pembangunan mereka tidak relevan dengan kami. Sekarang jika anda mahu melihat bandar masa lalu anda pergi ke Paris, jika anda ingin melihat sebuah bandar masa depan anda pergi ke Shanghai. Semua pembuat dasar harus mengubah rencana perjalanan mereka. Mereka harus menghentikan perjalanan ke Eropah dan mula pergi ke Asia.

Kiriman "Mariette, NGUYEN Xuan Huong Mai" mai.nguyen@uni-apro.org.sg/yul

RESEP PENGASUHAN TERBAIK BAGI ORANG-TUA YANG SIBUK

Jakarta - "Kita memiliki pengalaman selama 25 tahun bermitra dengan para orang tua. kebutuhan Orangtua telah berevolusi dan kami memiliki produk inovasi melengkapi kebutuhan orang tua modern. Kami memahami bahwa orang tua hanya ingin yang terbaik bagi anak-anak mereka dan kami menganggapnya sebagai tanggung jawab kami untuk memastikan bahwa adalah tanggung jawab kita untuk menyediakan itu.”

Hal itu disampaikan Jay van Galen Last, Director, Business Development Indonesia – Consumer Lifestyle, PT Philips Indonesia, di salah satu hotel ternama di kawasan Kuningan Jakarta, Rabu (7/7).

Menurut Jay, ditengah kesibukan karirnya, setiap orang-tua tentu ingin ingin memiliki waktu yang berkualitas sebanyak mungkin dengan anak-anak mereka, terutama pada tahun-tahun perkembangan penting. “Philips Avent dirancang untuk melengkapi gaya hidup para orang-tua yang sibuk, sehingga memudahkan para orang-tua dalam mengatur lebih banyak
waktu dengan anak-anaknya," tutur Jay.

Ia menambahkan, Philips Avent menyediakan beragam produk untuk mencukupi kebutuhan ibu hamil hingga anak usia bermain. Dari produk perawatan ibu selama kehamilan, untuk membantu para ibu menyusui, monitor bayi sehingga para orang-tua dapat menikmati tidur yang berkualitas, oral care hingga skin care untuk bayi. Semua produk Philips Avent telah teruji klinis aman untuk bayi.

Hal senada disampaikan dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, spesialis gizi dari RS Cipto Mangunkusumo Jakarta mengatakan bahwa produk yang baik juga sebaiknya didukung oleh nutrisi yang baik untuk bayi, dari bayi baru lahir sampai balita. "Gizi yang baik dimulai dari awal dan yang paling penting, dari rumah. Orang tua harus memberikan teladan bagi anak-anak untuk makan dengan benar, dan dengan demikian, penting bagi orangtua untuk mengetahui apa saja nutrisi yang terbaik dan sesuai untuk anak-anak mereka,” paparnya.

Kebanyakan orangtua bekerja saat ini menghadapi tantangan untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak mereka mengingat waktu mereka yang singkat di rumah. Dalam kesempatan tersebut dr Fiastuti membagi resep dan tips tentang bagaimana membuat makanan bergizi untuk bayi dan makanan balita secara praktis namun tetap bergizi. yul

Senin, 05 Juli 2010


TE: Inovasi teknologi merek global Taiwan

Jakarta - Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal (TAITRA) mengumumkan pembukaan Taiwan Excellence (TE), yang akan menampilkan merek Taiwan yang kualitas tinggi yang tersedia untuk para konsumen di seluruh Indonesia, di Jakarta, Kamis (17/6) lalu.

Chen Wen Bien, Deputi Perwakilan, Divisi Ekonomi Kantor Dagang dan Ekonomi Taipe di Indonesia mengatakan, "Taiwan Excellence merupakan inovasi teknologi dari merek global Taiwan yang luar biasa dalam desain dan manufaktur kelas dunia, produk paling terkemuka . Tidak banyak konsumen menyadari bahwa beberapa merek kualitas tertinggi yang mereka gunakan berasal dari Taiwan. Kami sangat senang bahwa kita mampu membuat merek ini, sangat baik serta tersedia dan dapat diakses oleh konsumen di Indonesia sangat baik untuk rumah mereka, keluarga dan kehidupan profesional. "

Merek Taiwan yang telah akrab dengan para konsumen di seluruh Indonesia diantaranya laptop dan netbook dari Asus, Acer dan MSI, LCD proyektor dari BenQ, Konsumen 3G dan Wireless Router dari D-Link, perangkat Keamanan dari Trend Micro, GPS sistem pelacakan dari Mio Teknologi, camcorder digital dari AIPTEK, rumah proyektor dari Optoma, dan HD Media Players dari AVerMedia.

“Produk menarik lainnya termasuk buku cerita elektronik untuk anak-anak, pembaca digital, videophones internet, proyektor mini dan netbook terbaru juga telah mengambil hati para konsumen di seluruh dunia,” kata Chen.

James Chen, Direktur, Taiwan Trade Center Jakarta menambahkan, "industri ICT Taiwan telah menjadi pusat global untuk produksi teknologi bagi perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia. ICT saat ini mencapai sekitar 75% dari produksi dunia PC, 50% dari menampilkan dunia kristal cair (LCD), seperempat dari semikonduktor dunia dan seperlima dari ponsel di dunia. keunggulan ini sekarang telah diperluas untuk menciptakan merek global Taiwan yang membawa gaya hidup konsumen gadget terbaik dan produk di seluruh dunia dan di Indonesia,” tambahnya. yul