

Isra’ Mi’raj adalah mukjizat Rasulullah saw. yang terbesar setelah Al Quran
Jakarta - Peringatan Isra’ Mi’raj (27 rajab) pada tahun ini tertutupi oleh dominasi berita “Final Piala Dunia Sepakbola di Afrika Selatan” yang di-blow up besar-besaran oleh media massa sedemikian rupa hingga menyihir perhatian masyarakat dunia seolah-olah acara final sepak bola benar-benar merupakan perhelatan akbar masyarakat dunia.
“Bagi umat Islam sebenarnya final piala dunia sepakbola itu secara substansial tidak ada artinya. Namun tidak sedikit di antara umat Islam yang ikut tersedot magnet sihir bola dunia tersebut,” ujar Rahiman S, Pengasuh dan Pemilik Pondok Pesantren Baitul Hukam di Jakarta, Kamis (15/7).
“Bagi umat Islam,” lanjutnya, “ peristiwa Isra’ Mi’raj jauh lebih penting dan memberikan pelajaran yang bermanfaat bagi kehidupan umat Islam. Sebab peristiwa Isra’ Mi’raj adalah mukjizat Rasulullah saw. yang terbesar setelah Al Quran. Dan peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang tidak pernah dialami oleh manusia siapapun sepanjang sejarah peradaban hingga hari ini, selain Nabi Muhammad saw.”
Rahiman yang juga Direktur Institute for Justice and Peace mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad saw, yang menceritakan bahwa beliau Rasulullah setelah mendapatkan wahyu dari Allah SWT apa yang Dia wahyukan dan Allah mewajibkan sholat kepada beliau saw. 50 kali setiap hari. Lalu atas usul Nabi Musa a.s., rasulullah saw. memohon kepada Allah SWT untuk diringankan hingga sampai batas pada kewajiban sholat lima waktu sehari semalam.
“Pasca peristiwa Isra’ Mi’raj,” tambah Rahiman, “Rasulullah saw. bertemu dengan jamaah haji dari Madinah di Mina. Mereka masuk islam dan menyebarkannya di kota Madinah hingga Rasulullah saw. hijrah dan membangun pemerintahan di kota Madinah. Akhirnya pemerintahan Madinah di masa Khalifah Umar bin Khatthab secara riil bisa mengambil alih tanah Palestina dan Baitul Maqdis di masa Khalifah Umar bin Khaththab 5 tahun pasca wafatnya Nabi Muhammad saw. “
Hari ini Palestina dan baitul Maqdis yang ada di dalamnya dikuasai oleh Zionis Internasional atas bantuan kaum imperialis Barat dan dirikan di atasnya negara Yahudi Israel sejak tahun 1948. Rahiman menghimbau bahwa sudah sepatutnya kaum muslimin yang memahami mukjizat terbesar nabi Muhammad saw. setelah Al Quran, yakni peristiwa Isra’ Mi’raj ini, segera melakukan konsolidasi untuk membebaskan Baitul Maqdis (Yerusalem) dan seluruh wilayah Palestina. yul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar