PRUDENTIAL

Bapak / Ibu Yth : izinkan kami menawarkan kesempatan yang sangat menjanjikan, yakni MENABUNG sekaligus ber INVESTASI dengan JAMINAN bersama kami dibawah bendera dan pelayanan terbaik dari PRUDENTIAL L. A...cp YULMEDIA SH. 081317035749

Rabu, 21 Juli 2010


Israel terus menyerang kapal bantuan yang menuju Jalur Gaza

Jakarta - Masyarakat Internasional memuji upaya Kapal Laut "Mavi Marmara” yang mengangkut relawan kemanusiaan ke Gaza, hal itu disampaikan Harjito Warno (Wartawan Al-Jazeera yang pernah ikut ke Gaza) mengomentari Zionis Israel yang berhasil memaksa dan melumpuhkan kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza itu, serta menangkap dan memenjarakan seluruh penumpangnya.

“Bahkan sebagian ada yang di eksekusi mati sebelum aksi Pembajakan dan penyanderaan itu dilakukan,” ujar Harjito saat memberikan presentasinya pada acara “Special Gift From Palestina” di salah satu Universitas terkemuka Indonesia, Selasa (20/7).

Sebagaimana yang telah menjadi headline hamper seluruh media Internasional. Pada tanggal 31 Mei pasukan komando Israel menyerbu sebuah kapal Turki armada bantuan yang juga membawa aktivis kemanusiaan ke Jalur Gaza, menewaskan sembilan warga Turki, dalam sebuah operasi yang memicu kecaman internasional dan menyebabkan hubungan kembali tegang antara Tel Aviv- Ankara.

Israel mengatakan akan terus menyerang kapal bantuan yang menuju Jalur Gaza, di saat situasi kemanusiaan di wilayah pesisir yang terblokade tersebut semakin memburuk.
"Tidak ada satupun kapal yang bisa mematahkan blokade ini, baik kapal sipil atau militer," kata utusan Israel Sari Rubenstein dalam acara dengar pendapat dengan Komite HAM PBB pada Rabu kemarin (14/7), sambil menggambarkan bahwa pengepungan yang mereka lakukan adalah tindakan yang "sah."

"Siapa pun yang melanggar blokade ini akan menerima balasannya," ancam Rubenstein.
Surat kabar Israel Ha'aretz mengutip sumber-sumber militer dalam sebuah laporan hari Selasa (13/7) di website mereka yang mengatakan bahwa komando angkatan laut Israel sedang mempersiapkan sebuah intersepsi kuat terhadap kapal bantuan Libya ini.
Laporan ini datang sehari setelah The Jerusalem Post mengutip sumber kementerian pertahanan Israel yang mengatakan bahwa Israel telah menempatkan angkatan laut dalam kondisi siaga tinggi dalam kasus ini dan mereka akan melakukan apapun untuk mencegah kapal Amalthea masuk ke Gaza.

Tel Aviv mengatakan kapal-kapal yang mencoba masuk ke Gaza akan menerima konsekuensi serius - terkait apa yang mereka sebut sebagai mengganggu keamanan Israel - dan Israel mengancam akan menyerang kapal bantuan sipil. yul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar