PRUDENTIAL

Bapak / Ibu Yth : izinkan kami menawarkan kesempatan yang sangat menjanjikan, yakni MENABUNG sekaligus ber INVESTASI dengan JAMINAN bersama kami dibawah bendera dan pelayanan terbaik dari PRUDENTIAL L. A...cp YULMEDIA SH. 081317035749

Kamis, 11 Februari 2010

Persaudaraan Muslimin Indonesia merasa dizolimi

Jakarta - Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) mengusulkan agar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) keluar dari koalisi pemerintahan SBY.“Sebagai salah satu unsur dari PPP, kami meminta agar segera keluar dari koalisi pemerintahan SBY, sebab sudah tidak ada gunanya lagi dan malah merugikan partai,” tegas salah seorang Ketua Parmusi, Luqman Hakim di Kantor DPP Parmusi, Tebet Dalam, Jakarta, Rabu (3/2).

Beberapa kalangan menilai Parmusi merasa telah di zolimi oleh rezim SBY. Pasalnya, setelah 3 bulan persiun dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB I) sebagai Mentri Sosial, Ketua Umum Parmusi Bachtiar Chamsyah langsung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi Sapi dan Mesin Jahit.

Sekjen Parmusi, Imam Suhardjo mensinyalir para pemimpin Islam sedang menjadi sasaran tembak rezim SBY untuk di KPK kan. Mereka banyak yang diseret ke penjara meski kesalahanya tidak jelas seperti Rokhmin Dahuri (mantan Menteri Kelautan dan Perikanan) dan terakhir Bachtiar Chamsyah (mantan Mensos).

“Saya kira kasus yang menimpa Bachsiar Chamsyah sangat jelas nuansa politiknya. Para pemimpin Islam dijadikan sasaran tembak KPK. Namun umat Islam tidak akan terima dan pasti akan melawannya dengan segala cara,” ujarnya.

Dugaan korupsi sapi (Sapigate) bermula saat ditetapkan impor 2900 ekor sapi dari Australia, tetapi ternyata yang datang hanya 1900 ekor sapi saja. Sejak kasus ini bergulir baru satu orang Bachtiar Chamsyah, sementara lainnya belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi Sapigate ini. yul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar