DPR pertanyakan orientasi pendidikan Mendiknas baru
Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI, Dedi Gumilar (Miing) mengaku prihatin dengan keteledoran Dinas Pendidikan Sidoarjo menyusul munculnya kalimat berbau cabul dalam soal ujian tengah semester untuk sekolah dasar. Hal itu disampaikan Dedi saat menjawab pertanyaan wartawan di Senayan Rabu, (28/10).
Dedi yang juga salah seorang personil Bagito Grup itu menambahkan bahwa DPR akan menanyakan lansung ke Menteri Pendidikan Nasional mengenai sebetulnya arah pendidikan kita ke depan itu seperti apa. Kenapa soal-soal seperti itu bisa lolos. Apa yang diharapkan dari pendidik yang ngomongin terong, Mak Erot lah, atau semacamnya.
Dia juga meminta agar pihak terkait, terutama Dinas Pendidikan, mengusut siapa membuat soal ujian tersebut. Jika sudah ditemukan kata Miing, hendaknya sipelaku di beri sangsi bersipat teknis. Kalau guru ya sesuai dengan yang diatur dalam etika guru atau dipecat sekalian,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Dinas Diknas Sidoarjo, Ahmad Zaini, sebagaimana yang dilansir sebuah harian terkenal di Surabaya, sempat mengaku belum tahu jika ada soal UTS dengan kalimat berbau porno tersebut. Zaini hanya menyebut bahwa pembuatan soal ujian SD tidak dilakukan oleh dinas namun oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
Namun, Zaini kemudian menyatakan bahwa masalah bahan ujian yang kontroversial ini sudah dijelaskan oleh Kepala Diknas Sidoarjo, Agoes Budi Cahyono. Kadiknas telah meminta maaf ke masyarakat Sidoarjo terkait keberadaan soal itu.yul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar