Peternak Sukabumi Adukan Menkes ke DPR
Senin, 26 Oktober 2009 - 21:27 wib
Amirul Hasan - Okezone
JAKARTA - Sekelompok warga Sukabumi yang mengatasnamakan Peternak Rakyat Sukabumi mengadukan Menteri Kesehatan yang baru, Endang Rahayu Sedyaningsih.
Mereka diterima oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Daerah Pemilihan IV Jawa Barat (Kota dan Kabupaten Sukabumi), Yudi Widiana Adia.
Mereka mengadukan kasus pengambilan sampel darah mereka yang diambil oleh tim yang mengaku dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes) Biomedik dan Faramasi pada tahun 2005 lalu. Saat itu Pustlitbangkes Biomedik dan Faramasi dipimpin oleh Endang Rahayu Sedyaningsih yang kini menjadi Menteri Kesehatan.
Menurut Ade, tim tersebut sudah berlaku tidak transparan dengan menutup-nutupi maksud dan hasil penelitian terhadap sample darah mereka. "Hingga saat ini kasus ini membuat kami tidak tenang secara psikologis," ujar Ketua Kelompok Peternak Rakyat Ayam Kampung Sukabumi (Kepraks), Ade Zulkarnain, sebagaimana dalam keterangan pers yang diterima okezone, Senin (26/10/2009).
Menanggapi hal itu, Yudi Widiana berjanji akan memperjuangkan aspirasi para peternak hingga hak-hak mereka terpenuhi. Hak-hak mereka meliputi hak materil maupun imaterial yang dirugikan akibat ketidaktransparanan tersebut termasuk kepada Menkes, Endang Rahayu.
Sebagai langkah awal, Yudi telah meneruskan aspirasi mereka ke Komisi IX DPR. Menurut Ade, mereka telah berkeliling ke sejumlah wakil rakyat dari Sukabumi dan kebetulan yang ada di tempat, Yudi Widiana. Menurut Ade, mereka direncanakan diterima oleh Komisi IX DPR, Rabu (28/10/2009) lusa sebelum acara rapat kerja Komisi IX dengan Menteri Kesehatan.
Lebih lanjut Ade mengatakan, kasus itu berawal pada 25 Januari 2007 lalu, ketika dilakukan pengambilan sampel darah dari 300 orang anggota Kepraks di tiga kecamatan di Sukabumi yang menjadi daerah endemis flu burung, yakni Kecamatan Cicurug, Cikembar, dan Kebonpedes.
"Kala itu pengambilan sample darah melibatkan World Health Organization (WHO). Namun hasil dari uji lab atas sampel darah itu tidak pernah diberitahukan. Ini jelas-jelas meresahkan, apalagi dua tahun sebelumnya ternak kami diserang virus flu burung," ujar Ade.
Menurut Ade, sample darah diambil dari 300 orang warga yang umumnya merupakan keluarga peternak di tiga kecamatan yang berada di Kabupaten Sukabumi yakni Cicurug, Cikembar, dan kebon Pedes. Masing-masing warga diambil darahnya sebanyak 20 cc, jumlah yang tergolong sangat banyak untuk sampel darah manusia.
Berulangkali para anggota Kepraks meminta jawaban atas hasil pemeriksaan sampel darah kepada lembaga yang dipimpin Endang. Namun, hal tersebut tidak membuahkan hasil. Keresahan para peternakan semakin menjadi, setelah adanya informasi dari salah seorang pejabat Puslitbang Bio Medis dan Farmasi yang menyebutkan sampel darah telah dibawa hingga ke Atlanta, Amerika Serikat.
Ade mengaku, para peternak menduga sampel darah itu dimanfaatkan untuk kepentingan pembuatan serum kekebalan virus flu burung terhadap manusia. "Jika benar, maka kami sepertinya dijadikan kelinci percobaan sebab tindakan itu dluar sepengetahuan peternak," tegas Ade.
Atas kondisi tersebut pada 18 Agustus 2008, Kepraks akhirnya melayangkan surat kepada Menteri Kesehatan yang kala itu dijabat Siti Fadilah Supari. Hanya dalam tempo 10 hari, Siti Fadilah merespons surat tersebut dengan menerjunkan tim pemeriksa kesehatan. Hasilnya, negatif flu burung. "Seluruh fakta ini akan kami sampaikan kepada DPR," tutur Ade.
(ram)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar