Kemiskinan merupakan problem dasar bangsa kita
Jakarta – Kemiskinan saat ini merupakan permasalahan dasar yang dihadapi oleh sebagian keluarga yang ada di Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Paramadina. Prof. DR. Didik J. Rachbini, di Jakarta, Kamis (25/2) lalu.
Kelompok ini, kata Didik, pada umumnya tidak memiliki aset yang memadai, dan aksesnya terhadap modal produktif sangat rendah, sehingga tidak bisa masuk dalam kegiatan saecara secara wajar. Jika masuk ke dalam pasar kerja umumnya hanya terlibat dalam kegiatan, yang bersifat informal.
Atribut lainnya, katanya melanjutkan, pada golongan atau kelompok keluarga miskin ini tingkat pendidikan dan ketrampilanya rendah sehingga tidak bisa bekerja produktif dan tidak menghasilkan kontribusi yang memadai terhadap perekonomian.
“Kondisi serba terbatas dalam ketrampilan dan keahlian seperti ini” katanya
menambahkan, “menyebabkan penyakit sosial, yang meluas, yakni pengangguran, baik pengangguran terbuka maupun pengangguran terselubung. Jumlah pengangguran terbuka di Indonesia sekitar 10 juta orang, suatu jumlah yang cukup besar dan sekaligus tersebar di berbagai daerah di Indonesia.” Ungkapnya.
Menurut Pakar ekonomi ini, pengembangan usaha kecil dan menengah, termasuk di dalamnya usaha mikro, merupakan salah satu pintu masuk untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga golongan bawah. “Tentu saja peranan usaha menengah dan besar tidak bisa ditinggalkan karena kelompok ini merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi.” Tegasnya. yul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar